Universitas Sains dan Teknologi Komputer
MENU NAVIGASI
Language
ID | EN | language
Beranda / Artikel / Tips dan Trik
Tips dan Trik 82 dibaca

Bagaimana Cara Membantu Seseorang yang Mengalami Trauma Psikologis?

G

Gusti Ayu Tita P

21 September 2026

Bagikan:
Bagaimana Cara Membantu Seseorang yang Mengalami Trauma Psikologis?

Trauma psikologis dapat memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan emosi, berhubungan dengan orang lain, hingga menjalani aktivitas sehari-hari. Pengalaman seperti kecelakaan, kekerasan, kehilangan, bencana, atau kejadian yang sangat menakutkan dapat meninggalkan tekanan emosional yang berbeda pada setiap orang. Tidak semua orang yang mengalami peristiwa traumatis akan mengalami gangguan stres pascatrauma atau PTSD, tetapi sebagian orang dapat membutuhkan dukungan lebih lanjut. Dukungan dari keluarga, teman, atau orang terdekat dapat menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Karena itu, mengetahui cara membantu seseorang yang mengalami trauma psikologis sangat penting agar dukungan yang diberikan tidak justru menambah tekanan.

PAHAMI BAHWA SETIAP ORANG MEMILIKI RESPONS YANG BERBEDA

Langkah pertama adalah memahami bahwa respons terhadap trauma tidak selalu sama. Ada orang yang langsung menunjukkan kesedihan, ketakutan, kemarahan, atau kecemasan setelah mengalami kejadian tertentu. Ada pula yang terlihat tenang tetapi sebenarnya sedang mengalami tekanan yang berat. Beberapa orang dapat mengalami sulit tidur, mimpi buruk, mudah terkejut, menghindari hal yang mengingatkan pada kejadian, atau menarik diri dari lingkungan sosial. Karena itu, jangan menganggap seseorang berlebihan hanya karena reaksinya berbeda dari orang lain.

DENGARKAN TANPA MEMAKSA MENCERITAKAN PENGALAMAN

Mendengarkan dengan penuh perhatian dapat menjadi bentuk dukungan yang sederhana tetapi berarti. Berikan kesempatan kepada orang tersebut untuk berbicara ketika mereka merasa siap tanpa memaksa mereka menceritakan kejadian traumatis secara rinci. Hindari pertanyaan yang menyudutkan atau membuat mereka merasa harus menjelaskan semua hal yang terjadi. Kalimat sederhana seperti “Aku siap mendengarkan kalau kamu ingin bercerita” dapat membuat seseorang merasa lebih aman. Prinsip dukungan psikologis juga menekankan pentingnya memberikan bantuan secara manusiawi, praktis, dan tetap menghormati martabat serta kemampuan orang yang sedang mengalami tekanan.

BERIKAN RASA AMAN DAN DUKUNGAN EMOSIONAL

Seseorang yang mengalami trauma mungkin membutuhkan lingkungan yang membuatnya merasa aman dan tidak dihakimi. Orang terdekat dapat membantu dengan tetap hadir, menunjukkan kepedulian, dan memberikan dukungan secara konsisten. Hindari perkataan seperti “Kamu harus segera melupakan kejadian itu” karena proses pemulihan setiap orang berbeda. Dukungan sebaiknya diberikan tanpa memaksa seseorang untuk segera kembali seperti sebelum mengalami kejadian traumatis. WHO menjelaskan bahwa dukungan dari keluarga, teman, atau orang lain setelah peristiwa yang berpotensi traumatis dapat membantu mengurangi risiko berkembangnya PTSD.

BANTU MENJAGA RUTINITAS SEHARI HARI

Trauma dapat membuat seseorang kehilangan motivasi untuk menjalani aktivitas yang sebelumnya biasa dilakukan. Orang terdekat dapat membantu secara perlahan dengan mengajak melakukan kegiatan sederhana seperti makan teratur, berjalan santai, beristirahat cukup, atau menjalankan aktivitas yang disukai. Jangan menjadikan bantuan tersebut sebagai tekanan untuk langsung kembali produktif seperti biasa. Tujuannya adalah membantu membangun kembali rasa stabil dan kendali dalam kehidupan sehari-hari. Menjaga rutinitas tidur, makan, aktivitas fisik, dan kegiatan harian juga termasuk langkah yang dapat mendukung proses pemulihan.

HINDARI MENYALAHKAN ATAU MEREMEHKAN PERASAANNYA

Perasaan seseorang setelah mengalami trauma tidak seharusnya dibandingkan dengan pengalaman orang lain. Kalimat seperti “Orang lain juga pernah mengalami hal yang lebih berat” dapat membuat seseorang merasa tidak dipahami. Sebaliknya, tunjukkan bahwa perasaan mereka didengar dan dihargai. Hindari menyalahkan seseorang atas respons emosional yang muncul setelah kejadian traumatis. Sikap sabar, empati, dan tidak menghakimi dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih nyaman untuk proses pemulihan.

BANTU MENCARI BANTUAN PROFESIONAL

Jika gejala trauma berlangsung lama, semakin berat, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, bantuan profesional dapat diperlukan. Orang terdekat dapat membantu mencari psikolog, psikiater, atau tenaga kesehatan yang sesuai tanpa memaksa. Jika orang tersebut bersedia, tawarkan bantuan untuk membuat janji atau menemani saat konsultasi. NIMH menjelaskan bahwa penanganan PTSD dapat melibatkan psikoterapi, obat-obatan, atau kombinasi keduanya sesuai kondisi dan kebutuhan seseorang.

KENALI TANDA TANDA YANG MEMERLUKAN PERHATIAN LEBIH

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain kecemasan berat, sering mengalami kilas balik atau mimpi buruk, sulit tidur, mudah marah, terus menghindari orang atau tempat tertentu, serta menarik diri dari keluarga dan teman. Keluhan fisik seperti jantung berdebar, berkeringat, sakit kepala, atau gangguan tidur juga dapat muncul setelah pengalaman traumatis. Apabila gejala tersebut mengganggu kehidupan sehari-hari, mendorong seseorang mencari bantuan profesional merupakan langkah yang penting. NIMH juga menyebutkan bahwa orang yang mengalami trauma dapat menghadapi kondisi lain seperti depresi, gangguan kecemasan, penggunaan zat, atau pikiran untuk menyakiti diri sehingga tanda bahaya perlu diperhatikan dengan serius.

JANGAN MEMAKSA PROSES PEMULIHAN BERJALAN CEPAT

Pemulihan dari trauma bukan perlombaan yang harus selesai dalam waktu tertentu. Ada orang yang mulai merasa lebih baik dalam waktu relatif singkat, sedangkan orang lain membutuhkan dukungan lebih lama. Orang terdekat dapat membantu dengan tetap sabar dan tidak menuntut perubahan secara cepat. Jika seseorang sedang mengikuti terapi, dukungan dapat diberikan dengan menghargai keputusan dan rencana perawatan yang telah dibuat bersama tenaga profesional. Proses pemulihan dapat berlangsung secara bertahap dan membutuhkan lingkungan yang mendukung.

TETAP PERHATIKAN KESELAMATAN DIRI SENDIRI

Mendampingi seseorang yang mengalami trauma juga dapat menguras energi secara emosional. Karena itu, orang yang memberikan dukungan perlu menjaga kondisi dirinya sendiri agar tidak mengalami kelelahan berlebihan. Tetapkan batasan yang sehat dan pahami bahwa membantu bukan berarti harus menyelesaikan seluruh masalah orang lain. Jika situasinya terlalu berat, libatkan anggota keluarga lain atau tenaga profesional. Dengan menjaga diri sendiri, seseorang dapat memberikan dukungan yang lebih stabil dan berkelanjutan.

KESIMPULAN

Membantu seseorang yang mengalami trauma psikologis dapat dimulai dengan mendengarkan, memberikan rasa aman, menghargai perasaan, dan tidak memaksa mereka untuk segera pulih. Dukungan sederhana seperti menemani, membantu menjaga rutinitas, dan menawarkan bantuan profesional dapat memberikan manfaat penting. Orang terdekat juga perlu memahami bahwa trauma dapat memberikan respons yang berbeda pada setiap individu. Jika gejala semakin berat atau mengganggu kehidupan sehari-hari, bantuan psikolog atau psikiater perlu dipertimbangkan. Dukungan yang sabar, empatik, dan tepat dapat membantu seseorang menjalani proses pemulihan dengan lebih aman.

G

Tentang Penulis

Gusti Ayu Tita P

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.