Encuy dalam serial Preman Pensiun adalah sosok yang menyimpan kisah yang jauh lebih dalam dari sekadar wajah jenaka yang sering membuat penonton tersenyum. Perjalanan hidup siapa yang memerankannya, yakni Nandi Juliawan, berubah drastis saat kabar mengabarkan kepergiannya secara tragis dengan cara yang sama sekali tak terduga.
Kehadiran Encuy yang Membekas
Nandi Juliawan dipanggil Encuy sejak muncul di Preman Pensiun musim empat sebagai calo angkot dengan topi pet dan syal—penampilan yang langsung membekas di benak penonton. Meskipun bukan pemeran utama, kehadirannya memberi warna khas dalam dinamika cerita sinetron yang populer ini.
Sebelum dikenal di depan kamera, Nandi pernah bekerja sebagai barista dan koki di kafe di Garut. Ia juga merintis bisnis cireng isi yang berkembang pesat sekitar tahun 2023. Seakan menunjukkan bahwa di balik sosoknya yang jenaka, terdapat kerja keras dan kreativitas yang nyata.
Detik-detik Duka dan Misteri
Malam Sabtu, 6 September 2025, dunia hiburan Indonesia menangis saat Nandi ditemukan meninggal di rumahnya di Karangpawitan, Garut. Sang istri yang baru pulang berjualan melihat suaminya dalam kondisi tergantung—leher terlilit sarung, di samping tangga rumah. Polisi menyebut terdapat tanda-tanda bunuh diri, walau motif masih belum jelas dan keluarga menolak autopsi.
Selebriti dan rekan setim mengungkapkan kesedihan mendalam. Abenk Marco menulis, “Satu lagi sahabat pergi di sinetron Preman Pensiun Rest in Peace Encuy … semoga keluarga diberikan kesabaran dan ketabahan” . Bahkan Epy Kusnandar turut menyampaikan belasungkawa atas kepergiannya.
Jejak yang Tak Tersangka
Jika kita merunut perjalanan hidup Encuy, tampak seorang pria dari latar biasa yang berani mengambil peluang sebagai aktor tanpa pendidikan seni formal, membangun usaha kuliner, hingga menjadi bagian sakral dari Preman Pensiun musim akhir yang baru saja berakhir pada Agustus 2025.
Ironisnya, keberangkatan Encuy terjadi di puncak karirnya bersama sinetron yang telah melahirkan 10 musim dan lebih dari 400 episode. Apa yang sebenarnya terjadi di balik layar? Tidak diketahui. Motif kepergiannya masih misterius, dan keluarga memilih menerima sebagai musibah tanpa autopsi.
Jika dilihat dari pola kehidupannya, Nandi Juliawan adalah contoh seseorang yang berjuang dari bawah. Kariernya menunjukkan tekad dan kreativitas di lintas profesi. Namun, di balik tawa dan popularitas, ada kemungkinan beban psikologis yang tidak tampak publik. Fakta bahwa ia ditemukan melakukan bunuh diri di lingkungan rumah, tanpa indikasi publik sebelumnya, menunjukkan bahwa luka batin bisa saja terpendam, tersembunyi dari sorot lampu dan gemuruh tepuk tangan.
Keluarga yang menolak autopsi bisa diartikan sebagai usaha menjaga privasi atas luka yang terlalu dalam. Di sisi lain, dunia hiburan, yang sering menuntut tampil sempurna, kadang abai terhadap kesejahteraan mental seseorang, hingga tragedi seperti ini pun tidak terhindari.
Pesan yang bisa kita petik adalah bahwa keberhasilan luar biasa dan tawa tidak selalu mencerminkan kedamaian batin. Penting bagi kita untuk lebih peduli, memperhatikan tanda-tanda stres mental, dan memastikan orang-orang di sekitar mendapat dukungan yang tepat—karena di balik tawa, bisa saja tersimpan duka yang tak terucap.