Pemadaman bergilir kembali terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas masyarakat di beberapa daerah, mulai dari kegiatan rumah tangga, pelayanan publik, hingga sektor usaha yang membutuhkan pasokan listrik stabil. Dilansir dari Media Indonesia, gangguan ini terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan dan mempengaruhi berbagai aktivitas masyarakat.
Penyebab Pemadaman Bergilir di Kalimantan
Berdasarkan penjelasan PLN, salah satu penyebab utama pemadaman listrik bergilir di Kalimantan adalah adanya gangguan teknis pada sejumlah pembangkit listrik yang memasok kebutuhan energi di wilayah tersebut. Salah satu gangguan terjadi pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Bangkanai di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Kerusakan pada mesin pembangkit tersebut membuat kapasitas pasokan listrik berkurang sehingga diperlukan pengaturan distribusi listrik ke beberapa wilayah. Dikutip dari ANTARA, kerusakan mesin di PLTGU Bangkanai menjadi salah satu penyebab berkurangnya pasokan listrik pada sistem interkoneksi Kalimantan.
Selain itu, beberapa wilayah lain juga mengalami gangguan akibat kendala pada pembangkit berbeda. Di Kalimantan Timur, misalnya, pemadaman berkaitan dengan gangguan pada dua pembangkit yang menyebabkan berkurangnya pasokan listrik dalam sistem interkoneksi daerah. Dikutip dari Detik, kondisi tersebut membuat PLN harus melakukan pengaturan beban listrik di sejumlah wilayah.
Sementara itu, di Kalimantan Barat, gangguan pada salah satu unit pembangkit juga menyebabkan kemampuan pasokan listrik menurun sehingga PLN melakukan pengaturan operasi sistem untuk menjaga kestabilan jaringan. Dikutip dari Detik, gangguan tersebut dipicu oleh kerusakan pada salah satu unit pembangkit.
Wilayah yang Terdampak Pemadaman Listrik
Pemadaman bergilir terjadi di beberapa wilayah yang terhubung dalam sistem kelistrikan Kalimantan. Daerah yang terdampak antara lain:
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Selatan
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Barat
Gangguan pada sistem interkoneksi membuat dampak tidak hanya dirasakan oleh daerah yang mengalami kerusakan pembangkit, tetapi juga wilayah lain yang masih berada dalam jaringan kelistrikan yang sama. Dilansir dari RRI, sistem interkoneksi menyebabkan gangguan di satu wilayah dapat mempengaruhi daerah lainnya.
Waktu Pemadaman Bergilir Kalimantan
Pemadaman bergilir Kalimantan mulai terjadi sejak pertengahan hingga akhir Juni 2026 dan masih berlangsung hingga awal Juli 2026 di sejumlah wilayah. Gangguan pasokan listrik ini terjadi setelah adanya kendala pada beberapa pembangkit yang terhubung dalam sistem interkoneksi kelistrikan Kalimantan. Dilansir dari Sinar Berita News, kondisi tersebut menyebabkan PLN menerapkan pemadaman bergilir di sejumlah daerah.
Pemadaman mulai dirasakan masyarakat sejak sekitar 19 Juni 2026, ketika PLN melakukan pengaturan beban akibat adanya gangguan teknis pada sejumlah pembangkit. Kondisi tersebut kemudian berlanjut hingga akhir Juni 2026, terutama di wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Dikutip dari Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI), gangguan pada pembangkit besar menjadi salah satu penyebab berkurangnya pasokan listrik di sistem interkoneksi Kalimantan.
Pemadaman bergilir Kalimantan berlangsung dengan durasi yang berbeda-beda di setiap wilayah, menyesuaikan kondisi pasokan listrik dan kebutuhan pengaturan beban oleh PLN. Di sejumlah daerah, pemadaman dapat berlangsung selama beberapa jam dalam satu hari. Dilansir dari Media Indonesia, pemadaman bergilir di beberapa wilayah Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, hingga Kalimantan Timur berlangsung dengan durasi sekitar 5 hingga 6 jam per hari. Kondisi tersebut terjadi akibat menurunnya kemampuan pasokan listrik setelah adanya gangguan pada sejumlah pembangkit.
Pada 30 Juni 2026, PLN kembali menjelaskan bahwa pemadaman bergilir masih dilakukan akibat gangguan pada PLTGU Bangkanai di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah yang berdampak pada sistem kelistrikan di beberapa provinsi Kalimantan. Dikutip dari Kalsel Pos, gangguan tersebut membuat proses pemulihan sistem kelistrikan membutuhkan waktu. Di beberapa wilayah lain, PLN menerapkan sistem pemadaman dalam beberapa sesi agar dampak dapat dibagi secara merata. Dikutip dari RRI, wilayah Bontang, Kalimantan Timur, mengalami pemadaman bergilir dengan tiga sesi berbeda setiap hari, dengan durasi sekitar 3 jam pada setiap sesi.
Sementara itu, di Palangka Raya dan sejumlah wilayah Kalimantan Tengah, jadwal pemadaman dilakukan sesuai kondisi sistem kelistrikan. Salah satu penerapan jadwal pemadaman dilakukan mulai pukul 10.30 WIB dengan perkiraan durasi sekitar 5 jam pada wilayah tertentu. Dikutip dari Energika, jadwal tersebut dapat berubah menyesuaikan perkembangan perbaikan pembangkit. Hingga awal Juli 2026, pemadaman bergilir masih diberlakukan di sejumlah wilayah dengan durasi yang menyesuaikan kondisi pasokan listrik dan proses pemulihan pembangkit. PLN memperkirakan pemulihan membutuhkan waktu karena beberapa unit pembangkit masih dalam tahap perbaikan. Dikutip dari Detik, sedikitnya 11 unit pembangkit masih menjalani proses perbaikan sehingga pengaturan beban listrik masih dilakukan.
Masyarakat diimbau untuk mengikuti informasi resmi dari PLN terkait jadwal pemadaman di masing-masing wilayah karena waktu pelaksanaan dapat berubah sesuai kondisi pemulihan pasokan listrik. Dilansir dari ANTARA Kalteng, informasi terbaru mengenai jadwal pemadaman akan terus disampaikan oleh PLN kepada masyarakat melalui kanal resminya.
BACA JUGA: Praperadilan Roy Suryo Dikabulkan Sebagian, Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
PLN Lakukan Perbaikan dan Pengaturan Beban Listrik
PLN menyampaikan bahwa pemadaman bergilir merupakan langkah sementara untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan. Perusahaan listrik tersebut terus melakukan perbaikan terhadap pembangkit yang mengalami gangguan serta mengupayakan pemulihan pasokan listrik secara bertahap. Dikutip dari Detik, proses perbaikan dilakukan secara intensif agar pasokan listrik dapat kembali normal secepat mungkin.
Dalam proses pemulihan, PLN juga melakukan beberapa langkah, seperti:
- Mempercepat perbaikan mesin pembangkit yang mengalami gangguan.
- Mengatur distribusi listrik berdasarkan kondisi sistem.
- Mengoptimalkan sumber pasokan listrik yang tersedia.
- Melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.
Perbaikan pembangkit membutuhkan waktu karena beberapa komponen pendukung harus melalui proses pengadaan sebelum dapat digunakan kembali. Dikutip dari Detik, proses penggantian komponen menjadi salah satu faktor yang memengaruhi lamanya pemulihan sistem kelistrikan.
Dampak Pemadaman Bergilir bagi Masyarakat
Pemadaman listrik yang berlangsung beberapa jam dapat memberikan dampak terhadap berbagai aktivitas masyarakat. Sektor rumah tangga mengalami kendala dalam penggunaan peralatan elektronik, sedangkan pelaku usaha harus menyesuaikan kegiatan operasionalnya. Selain itu, layanan yang bergantung pada listrik seperti fasilitas pendidikan, perkantoran, dan layanan publik juga perlu melakukan penyesuaian agar aktivitas tetap berjalan. Kondisi ini membuat masyarakat berharap agar perbaikan pembangkit dapat segera diselesaikan sehingga pasokan listrik kembali normal.
Masyarakat Diminta Bijak Menggunakan Listrik
Selama proses pemulihan berlangsung, masyarakat diimbau untuk menggunakan energi listrik secara efisien. Penghematan penggunaan listrik dapat membantu menjaga kestabilan sistem, terutama ketika kapasitas pasokan masih terbatas.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan masyarakat antara lain:
- Mematikan peralatan elektronik yang tidak digunakan.
- Mengurangi penggunaan listrik berlebihan pada jam beban tinggi.
- Mengikuti informasi resmi terkait jadwal pemadaman dari PLN.
Pemadaman bergilir Kalimantan diharapkan dapat segera berakhir setelah proses perbaikan pembangkit selesai dilakukan. Dilansir dari Media Indonesia, pemerintah daerah bersama PLN terus mendorong percepatan pemulihan agar pasokan listrik kembali stabil dan aktivitas masyarakat dapat berjalan normal.