Amerika Serikat berhasil mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Bosnia dan Herzegovina dengan skor 2-0 pada pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Levi's Stadium, Santa Clara, California, Kamis (2/7/2026) pagi WIB. Meski harus bermain dengan 10 pemain pada babak kedua, tim asuhan Mauricio Pochettino mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan. Hasil tersebut memastikan langkah The Yanks ke fase berikutnya sekaligus memperpanjang kiprah mereka sebagai salah satu tuan rumah yang tampil impresif di Piala Dunia 2026 ini.
Balogun Pecahkan Kebuntuan Jelang Turun Minum
Amerika Serikat langsung mengambil inisiatif menyerang sejak awal pertandingan. Mereka mendominasi penguasaan bola dan beberapa kali menekan lini pertahanan Bosnia dan Herzegovina yang memilih bermain lebih rapat sambil mengandalkan serangan balik.
Folarin Balogun sebenarnya sempat mencetak gol yang dianulir karena posisi offside. Namun, ketajamannya akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-45, ketika ia memanfaatkan kemelut di depan gawang Bosnia untuk membawa Amerika Serikat unggul 1-0 sebelum turun minum. Keunggulan tersebut menjadi modal penting bagi tuan rumah setelah tampil lebih dominan sepanjang babak pertama.
Bermain dengan 10 Pemain Tetap Mampu Menang
Situasi berubah pada babak kedua ketika Balogun menerima kartu merah langsung pada menit ke-64 akibat tekel keras terhadap Tarik Muharemovic. Amerika Serikat pun harus menyelesaikan pertandingan dengan hanya 10 pemain.Keputusan wasit tersebut memicu perdebatan di kalangan penggemar sepak bola. Banyak yang menilai insiden Balogun memiliki kemiripan dengan pelanggaran yang dilakukan Lionel Messi saat Argentina menghadapi Aljazair pada fase grup Piala Dunia 2026.
Dalam laga tersebut, Messi menginjak betis Aïssa Mandi dengan telapak kaki terbuka dari belakang, tetapi wasit Szymon Marciniak hanya memberikan tendangan bebas tanpa mengeluarkan kartu kuning maupun kartu merah, sementara VAR juga tidak merekomendasikan peninjauan. Keputusan itu sempat menuai kritik dari sejumlah mantan wasit dan pengamat yang menilai pelanggaran tersebut layak diganjar kartu merah, sehingga kartu merah yang diterima Balogun kembali memunculkan perdebatan mengenai konsistensi penerapan hukum oleh perangkat pertandingan di Piala Dunia 2026.
Bosnia dan Herzegovina pun mencoba memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan meningkatkan intensitas serangan. Beberapa peluang sempat diciptakan, termasuk melalui pengalaman Edin Džeko di lini depan, tetapi penyelesaian akhir mereka belum mampu menembus pertahanan Amerika Serikat yang tampil disiplin. Alih-alih menyamakan kedudukan, Bosnia justru kembali kebobolan. Pada menit ke-82, Malik Tillman melepaskan tendangan bebas indah yang bersarang di sudut gawang Bosnia dan Herzegovina. Gol tersebut memastikan kemenangan 2-0 bagi Amerika Serikat meskipun bermain dengan kekurangan satu pemain.
BACA JUGA: Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026, Duel Ronaldo dan Modric Warnai Perebutan Tiket 16 Besar
Pertahanan Solid Jadi Kunci Kemenangan
Selain efektif dalam memanfaatkan peluang, Amerika Serikat juga menunjukkan organisasi pertahanan yang solid setelah kehilangan Balogun. Kapten Amerika Serikat, Tim Ream bersama rekan-rekannya mampu menghalau berbagai upaya serangan Bosnia hingga pertandingan berakhir tanpa kebobolan. Sementara itu, Bosnia dan Herzegovina sebenarnya beberapa kali memberikan ancaman melalui skema bola mati dan serangan cepat. Namun, kurang tenangnya penyelesaian akhir membuat mereka gagal memperkecil ketertinggalan.
Amerika Serikat Tantang Belgia di Babak 16 Besar
Kemenangan ini membawa Amerika Serikat melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Tim asuhan Mauricio Pochettino dijadwalkan menghadapi Belgia, yang sebelumnya menyingkirkan Senegal secara dramatis dengan skor 3-2. Pertemuan ini sekaligus menghidupkan kembali salah satu duel klasik di Piala Dunia. Amerika Serikat dan Belgia sebelumnya pernah bertemu pada babak 16 besar Piala Dunia 2014 di Brasil, ketika Belgia menang 2-1 melalui babak perpanjangan waktu.
Meski kalah, penampilan kiper Tim Howard menjadi sorotan dunia setelah membukukan 16 penyelamatan sepanjang pertandingan, yang saat itu menjadi rekor penyelamatan terbanyak dalam satu pertandingan Piala Dunia sejak data tersebut mulai dicatat oleh FIFA. Aksi heroiknya membuat Howard dinobatkan sebagai pemain terbaik laga dan pertandingan tersebut hingga kini masih dikenang sebagai salah satu penampilan individu terbaik dalam sejarah Piala Dunia.
Bagi Amerika Serikat, hasil ini menjadi pencapaian penting karena mereka mencatatkan tiga kemenangan di satu edisi Piala Dunia, sebuah rekor baru bagi tim tersebut. Di sisi lain, perjalanan impresif Bosnia dan Herzegovina harus berakhir di babak 32 besar setelah memberikan perlawanan sengit kepada salah satu tuan rumah turnamen.
Amerika Serikat menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 dengan meraih kemenangan meyakinkan 2-0 atas Bosnia dan Herzegovina. Meski harus bermain dengan 10 pemain sejak pertengahan babak kedua, skuad asuhan Mauricio Pochettino tetap mampu menjaga keunggulan berkat penampilan disiplin di lini belakang serta penyelesaian akhir yang efektif melalui gol Folarin Balogun dan Malik Tillman. Hasil ini memastikan Amerika Serikat melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 dan akan menghadapi Belgia dalam pertandingan berikutnya. Sementara itu, Bosnia dan Herzegovina harus mengakhiri perjalanan mereka di turnamen setelah gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk membalikkan keadaan.