Meksiko berhasil mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Ekuador dengan skor 2-0 pada pertandingan babak 32 besar yang berlangsung di Stadion Azteca, Mexico City, Rabu (1/7/2026) pagi WIB. Kemenangan ini menjadi sangat bersejarah karena mengakhiri penantian panjang El Tri selama empat dekade untuk kembali meraih kemenangan di fase gugur Piala Dunia setelah terakhir meraih kemenangan pada fase gugur di Piala Dunia edisi 1986 melawan Bulgaria.

Laga sempat mengalami penundaan akibat cuaca buruk disertai badai petir. Namun setelah pertandingan dimulai, Meksiko langsung tampil agresif di hadapan puluhan ribu pendukungnya dan menguasai jalannya permainan sejak menit-menit awal.

Meksiko Dominan Sejak Awal Pertandingan

Sejak peluit pertama dibunyikan, Meksiko mengambil inisiatif menyerang. Roberto Alvarado dan rekan-rekannya beberapa kali mengancam pertahanan Ekuador sebelum akhirnya mampu memecah kebuntuan. Julian Quinones membuka keunggulan Meksiko pada menit ke-22 setelah memanfaatkan umpan matang Roberto Alvarado. Gol tersebut membuat Stadion Azteca bergemuruh sekaligus meningkatkan kepercayaan diri tuan rumah.

Gol ke gawang Ekuador itu juga membuat Julián Quiñones mencatatkan rekor baru bersama tim nasional Meksiko. Penyerang berusia 29 tahun itu menjadi pemain kedua Meksiko yang mampu mencetak gol dalam tiga pertandingan pada satu edisi Piala Dunia, menyamai pencapaian legenda Luis Hernández pada Piala Dunia 1998. Hingga babak 32 besar Piala Dunia 2026Quiñones telah mengoleksi tiga gol dalam empat pertandingan, sekaligus menegaskan perannya sebagai andalan lini depan El Tri. 

Meksiko tidak membutuhkan waktu lama untuk menambah keunggulan. Raul Jimenez menggandakan skor pada menit ke-31, memanfaatkan momentum dominasi Meksiko di babak pertama. Gol tersebut menjadi gol internasional ke-47 Raúl Jiménez bersama tim nasional Meksiko. Catatan itu membuatnya melampaui Jared Borgetti sebagai pencetak gol terbanyak kedua sepanjang sejarah El Tri dan kini hanya terpaut lima gol dari rekor milik Javier "Chicharito" Hernández yang telah mengoleksi 52 gol.  Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan 2-0 bagi El Tri.

Ekuador Kesulitan Menembus Pertahanan El Tri

Memasuki babak kedua, Ekuador mencoba meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan. Beberapa peluang sempat tercipta, tetapi lini pertahanan Meksiko tampil disiplin dan mampu meredam setiap ancaman. Penjaga gawang Raul Rangel juga tampil solid dengan melakukan penyelamatan penting ketika Ekuador mulai mendapatkan momentum.

Situasi semakin sulit bagi Ekuador ketika Piero Hincapié menerima kartu merah pada menit ke 90+5 setelah kedapatan menutupi mulutnya saat beradu argumen dengan penyerang Meksiko, Santiago Giménez. Tindakan tersebut melanggar aturan baru FIFA yang mulai diterapkan di Piala Dunia 2026 untuk mencegah pemain menyembunyikan ucapan atau dugaan penghinaan saat berkomunikasi di lapangan. Akibatnya, Ekuador harus mengakhiri pertandingan dengan 10 pemain.

Hingga peluit panjang berbunyi, Meksiko sukses mempertahankan clean sheet sekaligus menjaga rekor belum kebobolan sepanjang turnamen. Clean sheet tersebut menjadi yang keempat secara beruntun bagi El Tri di Piala Dunia 2026 dan menjadikan mereka tim Meksiko pertama yang memulai sebuah edisi Piala Dunia dengan empat kemenangan tanpa kebobolan.

Gilberto Mora Tampil Memikat

Selain dua pencetak gol, perhatian juga tertuju kepada Gilberto Mora, gelandang muda berusia 17 tahun yang kembali menunjukkan kualitasnya. Sebagai pemain termuda di Piala Dunia 2026, Mora beberapa kali menjadi motor serangan Meksiko melalui visi bermain, ketenangan, dan kreativitasnya di lini tengah. Penampilannya menuai banyak pujian karena mampu tampil dewasa meski bermain di pertandingan fase gugur Piala Dunia, sekaligus membuktikan bahwa kehadirannya di skuad El Tri bukan sekadar sebagai pelengkap tim, melainkan sudah menjadi bagian penting dalam permainan Meksiko.

Pada usia 17 tahun 259 hari, Mora juga mencatat sejarah sebagai pemain termuda kedua yang pernah menjadi starter dalam pertandingan fase gugur Piala Dunia. Ia hanya kalah dari Pelé, yang berusia 17 tahun 249 hari saat tampil sebagai starter untuk Brasil pada perempat final Piala Dunia 1958. Catatan tersebut semakin menegaskan besarnya potensi Mora sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan yang dimiliki Meksiko.

Peran Andrés Guardado di Balik Kebangkitan Meksiko

Keberhasilan Meksiko melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 juga tidak lepas dari peran Andrés Guardado. Mantan kapten El Tri yang kini menjadi bagian dari staf tim nasional disebut memiliki kontribusi besar dalam membangun mental dan kepercayaan diri skuad sepanjang turnamen. Pengalaman Guardado di lima edisi Piala Dunia menjadi bekal berharga bagi para pemain, terutama generasi muda yang baru merasakan atmosfer kompetisi terbesar sepak bola dunia.

Pelatih Javier Aguirre mengungkapkan bahwa kehadiran Guardado di sekitar tim memberikan dampak positif, baik melalui masukan taktis maupun dukungan moral kepada para pemain. Perannya sebagai mentor dinilai turut membantu Meksiko mengakhiri penantian panjang untuk kembali memenangkan laga fase gugur Piala Dunia.

Dampak Hasil Pertandingan

Kemenangan ini memastikan Meksiko melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026, sekaligus menghapus rekor buruk yang membuat mereka gagal memenangkan pertandingan fase gugur Piala Dunia sejak edisi 1986. Selanjutnya, El Tri akan menghadapi pemenang pertandingan antara Inggris atau Republik Demokratik Kongo di babak berikutnya.

Sebaliknya, Ekuador harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 pada babak 32 besar. Meski sempat tampil impresif hingga lolos ke fase gugur, La Tri tidak mampu membendung dominasi tuan rumah dan harus pulang lebih awal.

 

Keberhasilan mengalahkan Ekuador menjadi suntikan moral besar bagi skuad asuhan Javier Aguirre. Dukungan lebih dari 80 ribu penonton di Stadion Azteca turut memberikan energi tambahan bagi El Tri untuk terus melangkah lebih jauh di turnamen.

Dengan performa yang semakin solid, lini pertahanan yang belum kebobolan, serta efektivitas penyelesaian akhir, Meksiko kini menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.