Spanyol memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Austria dengan skor meyakinkan 3-0 pada pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang berlangsung di SoFi Stadium, California, Amerika Serikat, Jumat (3/7/2026) dini hari WIB. Kemenangan tersebut sekaligus mengakhiri penantian panjang La Roja untuk kembali meraih kemenangan di fase gugur Piala Dunia sejak edisi 2010. La Roja tampil dominan sepanjang pertandingan dan tidak memberi banyak ruang bagi Austria untuk mengembangkan permainan.
Spanyol Langsung Menguasai Permainan
Sejak peluit awal dibunyikan, Spanyol langsung mengambil alih penguasaan bola dengan permainan umpan-umpan pendek khas mereka. Austria lebih banyak bertahan dan berusaha memanfaatkan serangan balik, tetapi kesulitan keluar dari tekanan tinggi yang diterapkan pasukan Luis de la Fuente.
Pada menit ke-29, Spanyol sempat mencetak gol melalui Marc Cucurella. Namun, wasit membatalkannya setelah menilai terjadi pelanggaran terhadap penjaga gawang Austria dalam proses terciptanya gol tersebut. Keputusan itu tidak mengendurkan intensitas serangan Spanyol. Usaha mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-36. Umpan matang Cucurella berhasil diselesaikan Mikel Oyarzabal menjadi gol pembuka yang membawa Spanyol unggul 1-0 hingga turun minum.
Babak Kedua Milik La Roja
Memasuki babak kedua, Spanyol tetap tampil agresif. Lamine Yamal beberapa kali merepotkan pertahanan Austria melalui akselerasi dan kreativitasnya dari sisi sayap. Meski belum mencetak gol, kontribusinya membuka banyak ruang bagi rekan-rekannya.
Keunggulan Spanyol bertambah pada menit ke-66. Berawal dari rangkaian serangan di sisi kiri, bola dikirim ke kotak penalti melalui Alex Baena dan disambut sundulan Pedro Porro yang gagal diantisipasi kiper Austria. Gol tersebut membuat Spanyol unggul 2-0.
Menjelang pertandingan berakhir, tepatnya pada menit ke-89, Oyarzabal kembali mencatatkan namanya di papan skor. Penyerang Real Sociedad itu kembali memanfaatkan umpan matang dari Marc Cucurella dengan penyelesaian tenang untuk memastikan kemenangan telak 3-0 bagi Spanyol.
BACA JUGA: Portugal Singkirkan Kroasia 2-1 Lewat Gol Dramatis, Ronaldo Ukir Rekor di Piala Dunia 2026
Pertahanan Spanyol Tampil Nyaris Sempurna
Selain produktif dalam menyerang, pertahanan Spanyol layak mendapat sorotan. Duet bek tengah Aymeric Laporte dan Pau Cubarsí tampil sangat solid sepanjang pertandingan. Keduanya mampu meredam setiap upaya serangan Austria melalui duel udara, intersep, serta distribusi bola yang tenang dari lini belakang, sehingga lawan tidak mampu melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang laga.
Kontribusi lini belakang Spanyol juga didukung performa impresif kedua bek sayap. Pedro Porro tidak hanya disiplin dalam bertahan, tetapi juga aktif membantu serangan hingga mencetak gol kedua Spanyol pada menit ke-66. Di sisi kiri, Marc Cucurella tampil sama efektifnya dengan terus memberikan lebar permainan, beberapa kali merepotkan pertahanan Austria melalui pergerakannya, serta menyumbang dua assist untuk dua gol Mikel Oyarzabal. Cucurella bahkan sempat mencetak gol pada babak pertama, meski dianulir wasit setelah tinjauan VAR.
Penampilan impresif lini pertahanan tersebut turut didukung penjaga gawang Unai Simón, yang kembali mencatatkan clean sheet. Berkat koordinasi yang solid antara Simón, Laporte, Cubarsí, Porro, dan Cucurella, Spanyol sukses menjaga gawangnya tetap steril dan melanjutkan catatan pertahanan yang sangat kokoh sepanjang turnamen.
Lebih istimewa lagi, Unai Simón mencatatkan rekor baru sebagai kiper dengan catatan menit tanpa kebobolan terpanjang dalam sejarah Piala Dunia, yakni 519 menit. Catatan tersebut melampaui rekor sebelumnya yang dipegang kiper Italia, Walter Zenga, yang tidak kebobolan selama 517 menit pada edisi Piala Dunia 1990, sekaligus menegaskan konsistensi luar biasa lini pertahanan La Roja di turnamen tahun ini.
Austria Kesulitan Mengimbangi Intensitas Spanyol
Austria sebenarnya mencoba bermain disiplin dan mengandalkan pemain-pemain berpengalaman seperti David Alaba, Marcel Sabitzer, serta Marko Arnautović. Namun, mereka kesulitan menghadapi dominasi penguasaan bola dan pressing yang diterapkan Spanyol. Sepanjang pertandingan, Austria lebih banyak bertahan dan jarang mampu membangun serangan berbahaya. Pelatih Ralf Rangnick juga mengakui kualitas permainan Spanyol yang tampil jauh lebih baik pada laga tersebut.
Spanyol Akhiri Penantian 16 Tahun di Fase Gugur
Kemenangan atas Austria juga menjadi momen bersejarah bagi Spanyol. Hasil tersebut merupakan kemenangan pertama La Roja di fase gugur Piala Dunia sejak menjuarai edisi 2010 usai mengalahkan Belanda 1-0 melalui gol Andrés Iniesta pada partai final.
Setelah meraih gelar juara dunia, perjalanan Spanyol di tiga edisi berikutnya tidak berjalan mulus. Pada Piala Dunia 2014, La Roja gagal lolos dari fase grup setelah menelan kekalahan dari Belanda dan Chile. Empat tahun kemudian, Spanyol harus mengakhiri langkahnya di babak 16 besar Piala Dunia 2018 setelah kalah melalui adu penalti dari Rusia.
Nasib serupa kembali dialami Spanyol pada Piala Dunia 2022. Setelah bermain imbang tanpa gol selama 120 menit, La Roja kembali tersingkir di babak 16 besar usai kalah dalam adu penalti melawan Maroko.
Keberhasilan menundukkan Austria dengan skor 3-0 pun menjadi penanda berakhirnya puasa kemenangan Spanyol di fase gugur Piala Dunia selama 16 tahun. Hasil tersebut juga memperkuat kepercayaan diri pasukan Luis de la Fuente untuk menghadapi tantangan yang lebih berat di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Kemenangan ini menjadi lolosnya Spanyol ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. La Roja dijadwalkan menghadapi pemenang laga Portugal kontra Kroasia pada fase berikutnya. Dengan performa yang semakin meyakinkan, Spanyol kembali menunjukkan statusnya sebagai salah satu kandidat kuat peraih gelar juara dunia. Kombinasi pemain muda seperti Lamine Yamal dengan pemain senior seperti Mikel Oyarzabal, Rodri, dan Pedri membuat tim asuhan Luis de la Fuente memiliki keseimbangan di setiap lini.