sumber img: X @BanserLuhu44628

 

Serda Ahmad Muzammil Farisa, prajurit TNI Angkatan Udara asal Magetan, Jawa Timur, meninggal dunia dalam kondisi yang diduga tidak wajar pada Kamis, 10 September 2026. Kematian prajurit muda tersebut kini tengah diselidiki setelah muncul dugaan bahwa ia menjadi korban penganiayaan oleh sejumlah seniornya.

Kabar meninggalnya Serda Ahmad awalnya diterima keluarga dengan informasi bahwa korban mengalami kecelakaan. Namun, pihak keluarga kemudian memperoleh informasi lain yang menyebut bahwa Ahmad diduga meninggal setelah mengalami penganiayaan di lingkungan asrama TNI AU.

Kasus tersebut kini menjadi perhatian setelah Polisi Militer TNI AU melakukan penyelidikan untuk mengetahui kronologi dan penyebab pasti kematian Serda Ahmad. Dilansir dari detikJatim, pihak TNI AU tengah melakukan penyelidikan atas dugaan tersebut.

Serda Ahmad Diduga Dianiaya Empat Senior

Berdasarkan keterangan keluarga, Serda Ahmad diduga menjadi korban penganiayaan yang melibatkan empat seniornya. Dugaan tersebut terjadi di Mess Psikologi Galaksi, Kompleks Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Ayah korban, Toni Eko Prasetyo, mengungkapkan bahwa informasi yang diterimanya menyebut peristiwa tersebut terjadi pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Keluarga juga memperoleh informasi mengenai adanya luka pada tubuh Ahmad. Di antaranya terdapat luka pada bagian dagu dan dada. Kondisi tersebut kemudian menjadi salah satu hal yang membuat keluarga mempertanyakan informasi awal mengenai penyebab kematian korban. Dikutip berdasarkan keterangan Toni kepada detikJatim, terdapat luka pada bagian wajah dan dada korban.

BACA JUGA: Pomau Selidiki Kematian Serda Ahmad, Empat Senior Diduga Terlibat

Informasi Awal Sempat Menyebut Kecelakaan

Pihak keluarga sempat menerima kabar bahwa Serda Ahmad meninggal akibat kecelakaan. Informasi tersebut kemudian berubah setelah rekan korban lainnya menghubungi keluarga dan menyampaikan adanya dugaan penganiayaan oleh senior.

Ayah korban mengatakan dirinya menerima kabar mengenai kematian Ahmad sekitar pukul 04.00 WIB. Setelah itu, ia mendapatkan informasi berbeda mengenai kondisi yang dialami putranya sebelum meninggal dunia.

Perbedaan informasi tersebut membuat keluarga meminta agar kasus kematian Serda Ahmad dapat diselidiki secara menyeluruh dan transparan. Dilansir dari detikJatim, keluarga awalnya mendapat informasi bahwa Serda Ahmad meninggal karena kecelakaan, sebelum menerima informasi lain mengenai dugaan penganiayaan oleh senior.

Dugaan Penganiayaan Bermula dari Persoalan Mi

Sejumlah laporan menyebut dugaan penganiayaan tersebut bermula dari persoalan sepele. Serda Ahmad disebut sempat diminta oleh seniornya untuk membeli mi instan. Menurut informasi yang diperoleh dari pihak keluarga, Ahmad diduga diminta membeli mi goreng, tetapi justru membawa mi kuah. Kesalahan tersebut kemudian diduga memicu tindakan kekerasan.

Laporan lain menyebut tindakan kekerasan berlangsung dalam dua waktu berbeda, yakni pada Rabu malam dan berlanjut pada Kamis dini hari. Namun, motif serta kronologi lengkap kejadian masih dalam proses penyelidikan sehingga informasi tersebut masih perlu menunggu hasil pemeriksaan resmi. Dikutip berdasarkan laporan Tirto.id, dugaan penganiayaan tersebut disebut bermula dari kesalahan membeli jenis makanan.

Pomau Periksa Prajurit yang Diduga Terlibat

Kasus kematian Serda Ahmad kini ditangani melalui proses penyelidikan oleh Polisi Militer Angkatan Udara. Sejumlah pihak telah dimintai keterangan untuk mengungkap kronologi kejadian. Empat prajurit senior yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut juga menjalani pemeriksaan. Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui motif, kronologi penganiayaan, serta pihak yang bertanggung jawab atas kematian Serda Ahmad.

Dilansir dari Tirto.id berdasarkan keterangan TNI AU, Pomau telah meminta keterangan sejumlah pihak dan mengumpulkan bukti terkait kasus tersebut. Pihak TNI AU menyatakan proses penanganan kasus dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Karena penyelidikan masih berjalan, status dan keterlibatan masing-masing pihak tetap harus menunggu hasil pemeriksaan serta proses hukum lebih lanjut.

Keluarga Serda Ahmad Minta Keadilan

Keluarga Serda Ahmad berharap kasus tersebut dapat diusut secara transparan. Ayah korban, Toni Eko Prasetyo meminta pimpinan TNI AU memberikan perhatian serius terhadap kasus yang menimpa anaknya.

Keluarga juga berharap pihak yang terbukti bersalah mendapatkan sanksi sesuai ketentuan hukum. Mereka menilai kejadian tersebut tidak boleh kembali terjadi dan meminta agar proses penyelidikan tidak ditutup-tutupi. Dilansir dari detikJatim, ayah Serda Ahmad meminta agar kasus tersebut diusut secara adil dan pihak yang terbukti bersalah mendapatkan sanksi berat.

Jenazah Serda Ahmad Dimakamkan di Magetan

Jenazah Serda Ahmad kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Magetan, Jawa Timur. Sebelumnya, jenazah menjalani proses autopsi di Jakarta untuk membantu mengungkap penyebab kematiannya.

Jenazah tiba di rumah duka pada Jumat dini hari, 11 September 2026. Setelah proses pemakaman, keluarga dan masyarakat setempat masih menantikan kejelasan mengenai kasus yang menyebabkan prajurit muda tersebut meninggal dunia. Dilansir dari detikJatim, jenazah Serda Ahmad tiba di rumah duka menggunakan ambulans TNI AU pada Jumat dini hari dan kemudian dimakamkan.

Hingga kini, kasus Serda Ahmad masih dalam proses penyelidikan. Hasil pemeriksaan dan proses hukum selanjutnya diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai kronologi serta pihak yang bertanggung jawab atas kematian prajurit TNI AU tersebut.