Bagaimana Cara Evakuasi yang Tepat Saat Terjadi Gempa Bumi?
Gusti Ayu Tita P
19 September 2026
Gempa bumi dapat terjadi secara tiba-tiba sehingga setiap orang perlu mengetahui cara evakuasi yang tepat saat terjadi gempa bumi. Kepanikan sering membuat seseorang mengambil keputusan terburu-buru yang justru dapat meningkatkan risiko cedera. Karena itu, tindakan saat gempa sebaiknya dilakukan dengan tenang, teratur, dan mengikuti kondisi lingkungan. BNPB dan BMKG menekankan pentingnya melindungi diri terlebih dahulu ketika guncangan berlangsung, kemudian melakukan evakuasi setelah situasi memungkinkan.
TETAP TENANG DAN LINDUNGI DIRI SAAT GUNCANGAN
Ketika gempa mulai terasa, jangan langsung berlari keluar jika sedang berada di dalam bangunan. Segera lakukan tindakan merunduk, berlindung, dan bertahan atau yang dikenal sebagai drop, cover, and hold on. Jika tersedia meja atau perabot yang kokoh, berlindunglah di bawahnya sambil melindungi kepala dan leher. Jauhi kaca, jendela, lemari tinggi, lampu, dan benda lain yang berpotensi jatuh.
Jika tidak tersedia tempat berlindung yang kokoh, lindungi kepala dan leher menggunakan tangan atau benda yang tersedia. Jangan menggunakan lift ketika gempa terjadi karena listrik dapat terganggu dan lift berisiko berhenti. Tetap berada di tempat yang relatif aman sampai guncangan berhenti, kemudian perhatikan kondisi bangunan sebelum keluar. Tindakan melindungi diri terlebih dahulu dapat membantu mengurangi risiko terkena benda yang jatuh selama gempa.
EVAKUASI SETELAH GUNCANGAN BERHENTI
Setelah guncangan utama berhenti dan kondisi memungkinkan, lakukan evakuasi secara tertib menuju tempat yang lebih aman. Gunakan tangga biasa atau tangga darurat dan jangan menggunakan lift. Saat keluar dari bangunan, perhatikan kemungkinan adanya pecahan kaca, bagian bangunan yang rusak, kabel listrik, atau benda lain yang dapat membahayakan. Jika terdapat petugas di gedung, ikuti instruksi evakuasi dari petugas.
Jangan berhenti terlalu dekat dengan dinding luar bangunan, tiang listrik, papan reklame, atau benda tinggi yang berpotensi roboh. Setelah berada di luar, menuju area terbuka yang aman dan jangan kembali ke dalam bangunan yang mengalami kerusakan. Bangunan yang telah terdampak gempa dapat memiliki bagian yang masih berisiko runtuh. Tetap waspada karena gempa susulan dapat terjadi setelah gempa utama.
TINDAKAN SAAT BERADA DI LUAR ATAU DALAM KENDARAAN
Jika gempa terjadi ketika berada di luar ruangan, segera menjauh dari gedung, tiang listrik, pohon tinggi, papan reklame, dan struktur lain yang dapat roboh. Pilih area yang lebih terbuka dan perhatikan kondisi tanah di sekitar. Hindari berada di dekat bangunan yang mengalami kerusakan karena material dapat jatuh sewaktu-waktu. Setelah guncangan berhenti, ikuti informasi dan arahan resmi dari pihak berwenang.
Jika sedang berada di kendaraan, pengemudi perlu mengurangi kecepatan dan menepi di lokasi yang aman apabila kondisi memungkinkan. Hindari berhenti di bawah jembatan, dekat bangunan, tiang listrik, atau struktur yang berpotensi roboh. Setelah berhenti, perhatikan kondisi sekitar dan ikuti arahan petugas. Jangan memaksakan perjalanan jika jalan mengalami kerusakan atau terdapat bahaya lain.
WASPADAI RISIKO TSUNAMI SETELAH GEMPA
Bagi masyarakat yang berada di wilayah pantai, gempa bumi tertentu dapat diikuti ancaman tsunami. Tidak semua gempa menyebabkan tsunami, tetapi masyarakat perlu memperhatikan peringatan resmi BMKG dan arahan pemerintah daerah. Apabila terdapat peringatan tsunami, segera menjauh dari pantai dan menuju tempat yang lebih tinggi atau lokasi evakuasi yang telah ditentukan. Jangan menunggu sampai kondisi di pantai terlihat berubah untuk mulai menyelamatkan diri.
Masyarakat juga sebaiknya mengetahui jalur evakuasi tsunami dan titik kumpul sebelum bencana terjadi. Setelah mencapai tempat aman, tetap berada di lokasi tersebut sampai ada informasi resmi bahwa keadaan telah dinyatakan aman. Gelombang berikutnya masih dapat terjadi sehingga kembali ke daerah pantai terlalu cepat dapat membahayakan. Informasi mengenai gempa dan potensi tsunami sebaiknya diperoleh dari kanal resmi BMKG dan pemerintah daerah, bukan dari kabar yang belum jelas sumbernya.
JANGAN KEMBALI KE BANGUNAN YANG RUSAK
Setelah melakukan evakuasi, jangan terburu-buru kembali ke rumah atau bangunan yang mengalami kerusakan. Kerusakan struktur dapat menimbulkan bahaya lanjutan, termasuk runtuhan atau benda yang jatuh. Periksa juga kemungkinan kebakaran, kebocoran gas, dan gangguan listrik jika kondisi memungkinkan serta hanya dilakukan dengan aman. Jangan menyalakan api jika terdapat dugaan kebocoran gas.
Selama berada di tempat aman, tetap ikuti informasi resmi dan arahan petugas. Hindari menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dapat menimbulkan kepanikan. Jika terdapat anggota keluarga atau orang lain yang membutuhkan bantuan, bantu sesuai kemampuan tanpa membahayakan keselamatan diri sendiri. Setelah situasi dinyatakan aman, masyarakat dapat mengikuti arahan petugas untuk proses pemeriksaan dan pemulihan.
KESIMPULAN
Evakuasi gempa bumi harus dilakukan dengan tenang dan berdasarkan kondisi lingkungan. Ketika guncangan berlangsung di dalam bangunan, utamakan melindungi kepala dan tubuh, berlindung di tempat yang kokoh, serta menjauhi benda yang mudah jatuh. Setelah guncangan berhenti dan kondisi aman, keluar melalui jalur yang sesuai menuju area terbuka atau titik evakuasi. Masyarakat di wilayah pantai juga harus segera mengikuti peringatan resmi apabila terdapat ancaman tsunami. Dengan memahami prosedur dan melakukan latihan sebelumnya, kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi dapat ditingkatkan.
About the Author
Gusti Ayu Tita P
Author — STEKOM University
An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.