University of Science and Computer Technology
MENU NAVIGASI
Beranda / Artikel / Informasi
Informasi 62 views

Sejauh Mana Emosi Memengaruhi Keputusan Kita Saat Memilih Barang untuk Dibeli?

G

Gusti Ayu Tita P

7 Januari 2026

Bagikan:
Sejauh Mana Emosi Memengaruhi Keputusan Kita Saat Memilih Barang untuk Dibeli?

Keputusan membeli barang tidak selalu didasarkan pada kebutuhan dan pertimbangan harga. Dalam banyak situasi, emosi juga dapat memengaruhi cara seseorang memilih dan membeli suatu produk. Perasaan senang, sedih, stres, bosan, atau ingin mendapatkan penghargaan diri dapat mendorong seseorang melakukan pembelian tertentu. Jika tidak disadari, pengaruh emosi dapat membuat keputusan belanja menjadi kurang rasional.

EMOSI DAPAT MENDORONG KEINGINAN BELANJA

Perasaan yang sedang dialami dapat memengaruhi munculnya keinginan untuk membeli sesuatu. Saat merasa senang, seseorang mungkin ingin memberikan hadiah kepada diri sendiri dengan membeli barang yang disukai. Sebaliknya, ketika merasa sedih atau stres, belanja dapat dianggap sebagai cara untuk mendapatkan hiburan sementara. Kondisi tersebut membuat keputusan membeli lebih banyak dipengaruhi perasaan daripada kebutuhan.

Keinginan tersebut sebenarnya tidak selalu menjadi masalah selama masih berada dalam batas yang wajar. Namun, jika belanja sering digunakan untuk mengatasi emosi, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan pengeluaran. Karena itu, penting mengenali perasaan sebelum memutuskan untuk melakukan transaksi.

STRES DAN BOSAN DAPAT MEMICU BELANJA IMPULSIF

Stres dan rasa bosan merupakan salah satu kondisi yang dapat meningkatkan dorongan belanja secara spontan. Seseorang mungkin membuka aplikasi belanja untuk mencari hiburan dan akhirnya menemukan produk yang menarik. Proses memilih dan membeli barang dapat memberikan kepuasan sesaat. Namun, setelah perasaan tersebut mereda, barang yang dibeli belum tentu benar-benar dibutuhkan.

Belanja impulsif yang terjadi berulang kali dapat membuat pengeluaran sulit dikendalikan. Untuk mencegahnya, berikan jeda sebelum membeli ketika sedang mengalami emosi yang kuat. Cari aktivitas lain seperti berolahraga, beristirahat, membaca, atau melakukan hobi agar keputusan belanja tidak hanya menjadi pelarian dari perasaan tertentu.

RASA TAKUT KEHILANGAN KESEMPATAN JUGA BERPENGARUH

Promo dengan waktu terbatas dapat memunculkan rasa takut kehilangan kesempatan atau dikenal sebagai FOMO. Ketika melihat tulisan seperti diskon hanya hari ini atau stok terbatas, seseorang dapat merasa harus segera membeli. Perasaan tersebut dapat membuat proses pertimbangan menjadi lebih singkat. Akibatnya, barang yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan bisa dianggap penting.

Sebelum mengikuti promo, sebaiknya tanyakan apakah barang tersebut memang sudah direncanakan untuk dibeli. Periksa juga apakah harga setelah diskon sesuai dengan anggaran dan apakah produk tersebut akan benar-benar digunakan. Dengan cara ini, keputusan pembelian tidak hanya berdasarkan rasa takut melewatkan promo.

MEDIA SOSIAL DAPAT MEMPERKUAT PENGARUH EMOSI

Media sosial membuat seseorang terus melihat produk, tren, dan gaya hidup orang lain. Melihat orang lain memiliki barang tertentu dapat menimbulkan rasa ingin mengikuti atau tidak ingin tertinggal. Perasaan tersebut kemudian dapat memengaruhi keputusan membeli meskipun sebelumnya tidak memiliki rencana untuk membeli barang tersebut.

Konten promosi juga sering dikemas dengan cara yang membangkitkan emosi, seperti rasa senang, penasaran, atau keinginan untuk tampil lebih baik. Oleh sebab itu, penting menyadari bahwa ketertarikan terhadap suatu produk belum tentu berarti produk tersebut merupakan kebutuhan. Membatasi paparan terhadap konten belanja dapat membantu menjaga keputusan tetap objektif.

EMOSI DAPAT MEMENGARUHI CARA MENILAI HARGA

Ketika sangat menginginkan suatu barang, seseorang cenderung lebih mudah menganggap harga produk tersebut layak dibayar. Perasaan antusias dapat membuat kekurangan produk atau biaya tambahan kurang diperhatikan. Bahkan, seseorang bisa mengabaikan kondisi keuangannya karena terlalu fokus pada keinginan memiliki barang tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa emosi dapat memengaruhi penilaian terhadap nilai sebuah produk.

Agar lebih objektif, lakukan pertimbangan sebelum membeli. Bandingkan harga dengan produk lain, periksa manfaatnya, dan sesuaikan dengan anggaran yang tersedia. Jika memungkinkan, tunggu beberapa saat sebelum melakukan transaksi agar keputusan tidak dibuat ketika emosi sedang kuat.

CARA MEMBUAT KEPUTUSAN BELANJA LEBIH SADAR

Mengendalikan pengaruh emosi tidak berarti harus menghilangkan kesenangan dalam berbelanja. Hal yang lebih penting adalah memberikan ruang untuk berpikir sebelum mengambil keputusan. Tanyakan apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan, apakah sudah memiliki barang serupa, dan apakah pembelian tersebut memberikan manfaat dalam jangka panjang. Pertanyaan sederhana dapat membantu memisahkan kebutuhan dari keinginan sesaat.

Membuat daftar belanja dan anggaran juga dapat membantu menjaga pengeluaran. Jika barang tidak direncanakan dan tidak masuk dalam anggaran, pertimbangkan untuk menunda pembelian. Dengan kebiasaan tersebut, seseorang dapat menikmati aktivitas belanja tanpa mudah terbawa oleh emosi.

KESIMPULAN

Emosi dapat memengaruhi keputusan saat memilih barang, terutama ketika seseorang sedang senang, sedih, stres, bosan, atau takut kehilangan kesempatan mendapatkan promo. Pengaruh tersebut dapat membuat barang terlihat lebih penting dan harga terasa lebih layak dibandingkan kondisi sebenarnya. Karena itu, penting memberikan jeda dan mengevaluasi kebutuhan sebelum melakukan pembelian. Dengan belanja secara lebih sadar, keputusan dapat tetap sesuai kebutuhan, anggaran, dan kondisi keuangan.

G

About the Author

Gusti Ayu Tita P

Author — STEKOM University

An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.