sumber img: X @NaraSenyap

 

Kapal Virgo Transport 8 terbalik di perairan Laut Jawa saat melakukan perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Minggu, 13 September 2026. Insiden tersebut terjadi setelah kapal menghadapi cuaca buruk dan gelombang tinggi di tengah pelayaran.

Kapal yang membawa total 243 orang tersebut sempat kehilangan kontak sebelum akhirnya diketahui dalam kondisi terbalik. Hingga Senin, 14 September 2026, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap penumpang dan awak kapal yang belum ditemukan.

Kronologi Kapal Virgo Transport 8 Terbalik

Kapal Virgo Transport 8 bertolak dari Surabaya pada Sabtu, 12 September 2026, dengan tujuan Banjarmasin. Dalam perjalanan, kapal mulai menghadapi cuaca buruk sekitar tengah malam. Kondisi tersebut kemudian dilaporkan oleh nakhoda kepada pihak agen. Sekitar pukul 02.00 WITA pada Minggu, 13 September, nakhoda kembali menyampaikan bahwa kapal dalam kondisi miring. Setelah komunikasi terputus, Kantor SAR Banjarmasin menerima laporan mengenai kejadian tersebut sekitar pukul 04.10 WITA.

Dilansir dari Metro TV News, kapal Virgo Transport 8 mengalami cuaca buruk sekitar tengah malam yang kemudian dilaporkan oleh nakhoda kepada pihak agen. Tim SAR kemudian bergerak menuju lokasi terakhir kapal. Dari pemantauan di lapangan, Virgo Transport 8 ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Laut Jawa.

Ratusan Penumpang Menjadi Fokus Pencarian

Virgo Transport 8 diketahui membawa 243 orang, yang terdiri dari penumpang dan awak kapal. Setelah insiden terjadi, sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi turut membantu proses penyelamatan. Hingga perkembangan terbaru pada 14 September 2026, sebanyak 108 orang telah berhasil diselamatkan, sementara 6 orang dinyatakan meninggal dunia. Sebanyak 129 orang lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.

Dilansir dari Reuters, sebanyak 108 orang telah diselamatkan, enam orang dinyatakan meninggal dunia, dan 129 orang masih dalam pencarian. Total terdapat 243 orang di dalam kapal Virgo Transport 8. Proses evakuasi melibatkan sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian. Sebagian korban selamat kemudian dibawa menuju pelabuhan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Tim SAR Kerahkan Ratusan Personel

Operasi pencarian korban Virgo Transport 8 terus diperluas dengan melibatkan unsur laut dan udara. Lebih dari 600 personel SAR dikerahkan untuk menyisir wilayah perairan tempat kapal tersebut terbalik. Sejumlah armada laut dan helikopter digunakan untuk mencari korban yang masih belum ditemukan. Operasi pencarian juga dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keadaan laut di sekitar lokasi kejadian.

Dikutip berdasarkan laporan Reuters, operasi pencarian melibatkan sekitar 622 personel dan 12 kapal. Tim SAR kembali melanjutkan pencarian pada Senin pagi untuk menemukan korban yang masih hilang. Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa pencarian, evakuasi, dan pendataan penumpang menjadi prioritas utama setelah kecelakaan Virgo Transport 8. Pemerintah bersama seluruh unsur terkait terus mengoptimalkan operasi penyelamatan.

BACA JUGA: Basarnas Ungkap Penyebab Kapal Virgo Transport 8 Miring hingga Terbalik

Gelombang Hantam Lambung Kanan Kapal

Dugaan penyebab terbaliknya Virgo Transport 8 mulai terungkap. Berdasarkan informasi dari Basarnas, kapal mengalami kemiringan setelah dihantam gelombang dari sisi lambung kanan saat melintas di perairan Laut Jawa. Dikutip dari laporan Harian Jogja, Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Mayjen TNI Edy Prakoso mengatakan informasi tersebut diperoleh langsung dari nakhoda kapal. Hantaman gelombang dari sisi kanan membuat kapal mulai oleng hingga kemiringannya semakin parah dan akhirnya terbalik.

Informasi serupa juga dilaporkan Reuters, yang menyebut gelombang kuat menghantam sisi kanan kapal hingga membuat Virgo Transport 8 miring sebelum akhirnya terbalik. Saat kejadian, kapal diketahui sedang menghadapi kondisi cuaca buruk dan gelombang tinggi di Laut Jawa. Meski demikian, penyelidikan mengenai penyebab kecelakaan masih terus dilakukan oleh pihak berwenang. Operasi SAR juga tetap menjadi prioritas untuk menemukan penumpang dan awak kapal yang masih dalam pencarian.