sumber img: X Indonesian Pop Base
Maudy Ayunda tengah menjadi sorotan setelah video YouTube miliknya tentang cara menghadapi derasnya berita buruk kembali ramai dibicarakan di media sosial. Konten tersebut menuai kritik dari sejumlah netizen yang menilai sudut pandang Maudy kurang peka terhadap kondisi masyarakat yang sedang menghadapi berbagai persoalan.
Video berjudul Mindfulness in the Age of Bad News tersebut sebenarnya telah diunggah melalui kanal YouTube Maudy pada 21 Agustus 2026. Namun, pembahasannya kembali viral pada September dan memunculkan perdebatan di media sosial. Dikutip berdasarkan kanal YouTube Maudy Ayunda, video tersebut memang diunggah pada 21 Agustus 2026.
Isi Video Maudy Ayunda yang Jadi Sorotan
Dalam video tersebut, Maudy Ayunda membicarakan pengalamannya ketika menghadapi arus informasi yang dipenuhi kabar buruk, baik dari Indonesia maupun berbagai belahan dunia. Ia membahas bagaimana seseorang dapat tetap peduli terhadap persoalan yang terjadi tanpa membiarkan derasnya pemberitaan tersebut memengaruhi kondisi emosional dan kesehatan mental secara berlebihan.
Menurut Maudy, paparan terhadap berita negatif secara terus-menerus dapat membuat seseorang merasa kewalahan. Karena itu, ia mencoba membagikan perspektif mengenai mindfulness sebagai salah satu cara untuk menjaga diri sekaligus tetap mengikuti berbagai persoalan yang terjadi. Dilansir dari Liputan6.com, pembahasan tersebut berangkat dari pengalaman Maudy yang merasa kewalahan menghadapi banyaknya berita negatif dalam beberapa bulan hingga setahun terakhir. Namun, pembahasan tersebut justru mendapat respons berbeda dari sebagian netizen.
BACA JUGA: Isi Video Maudy Ayunda yang Tuai Kritik, Bahas Lelah Hadapi Berita Buruk
Maudy Ayunda Dinilai Kurang Peka
Sejumlah netizen menilai pembahasan Maudy mengenai mengambil jarak dari berita buruk kurang mempertimbangkan kondisi masyarakat yang terdampak langsung oleh berbagai persoalan.
Maudy bahkan disebut tone deaf oleh sejumlah warganet. Kritik tersebut muncul karena tidak semua orang memiliki pilihan untuk menjauh dari berita atau persoalan yang sedang terjadi. Bagi sebagian masyarakat, berbagai isu tersebut berkaitan langsung dengan kehidupan, pekerjaan, keluarga, maupun lingkungan mereka.
Sebagai figur publik dengan jumlah pengikut yang besar, Maudy juga dinilai memiliki ruang untuk ikut menyuarakan persoalan yang tengah menjadi perhatian masyarakat. Dikutip berdasarkan pemberitaan SINDOnews, kritik dari sejumlah netizen menyoroti posisi Maudy sebagai figur publik yang memiliki platform besar untuk menyuarakan isu yang berdampak kepada masyarakat.
Maudy Ayunda Akhirnya Beri Klarifikasi
Setelah videonya menuai kritik, Maudy Ayunda memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permintaan maaf. Ia mengakui bahwa kemampuan untuk mengambil jarak dari pemberitaan merupakan sebuah privilese yang tidak dimiliki semua orang. Maudy menyadari bahwa sebagian masyarakat tidak dapat begitu saja berhenti mengikuti berita karena persoalan yang diberitakan justru berdampak langsung terhadap kehidupan mereka.
Ia juga menjelaskan bahwa video tersebut dibuat berdasarkan pengalaman personal yang sedang ia rasakan. Menurut Maudy, dirinya tidak bermaksud mengajak orang untuk berhenti peduli terhadap berbagai persoalan yang terjadi. Dilansir dari Radar Solo, Maudy memberikan klarifikasi melalui kolom komentar di video YouTube-nya dan menjelaskan bahwa konten tersebut dibuat berdasarkan pengalaman personal yang sedang ia rasakan.
Mindfulness Bukan Alasan untuk Tidak Peduli
Dalam klarifikasinya, Maudy menegaskan bahwa mindfulness tidak dimaksudkan sebagai alasan untuk bersikap pasif atau mengabaikan kondisi di sekitar. Ia justru berharap mindfulness dapat membantunya melihat persoalan dengan lebih jernih sehingga tetap mampu memahami keadaan dan terlibat secara lebih berarti.
Maudy juga menyinggung berbagai persoalan yang tengah menjadi perhatian, termasuk bencana, kebakaran hutan dan lahan, serta kebijakan yang dinilai berdampak langsung kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa masyarakat yang terdampak membutuhkan perhatian dan dukungan. Dilansir dari Radar Solo, Maudy mengakui bahwa tidak semua orang memiliki pilihan untuk mengambil jarak dari berita karena sebagian masyarakat justru terdampak langsung oleh berbagai persoalan tersebut.
Respons Maudy Jadi Bagian dari Perdebatan Publik
Kontroversi ini kemudian berkembang menjadi pembahasan yang lebih luas mengenai posisi figur publik ketika membicarakan isu sosial. Di satu sisi, menjaga kesehatan mental dari paparan berita negatif merupakan hal yang penting. Namun, di sisi lain, cara menyampaikan pesan juga perlu mempertimbangkan kondisi kelompok masyarakat yang mengalami dampak langsung dari persoalan tersebut.
Melalui klarifikasinya, Maudy Ayunda berusaha meluruskan maksud dari video yang dibuat berdasarkan pengalaman pribadinya. Ia juga mengakui adanya bagian yang belum cukup ia refleksikan ketika membuat konten tersebut. Dikutip berdasarkan Liputan6.com, Maudy menyampaikan permintaan maaf dan klarifikasi setelah video tersebut mendapat kritik dari netizen.