Universitas Sains dan Teknologi Komputer
MENU NAVIGASI
Language
ID | EN | language
Beranda / Artikel / Informasi
Informasi 83 dibaca

Apa Yang Dimaksud Dengan Reskilling, Dan Mengapa Penting Di Era Digital Saat Ini?

G

Gusti Ayu Tita P

22 Juli 2025

Bagikan:
Apa Yang Dimaksud Dengan Reskilling, Dan Mengapa Penting Di Era Digital Saat Ini?

Perkembangan teknologi digital membuat dunia kerja mengalami banyak perubahan. Berbagai pekerjaan mulai menggunakan teknologi, otomatisasi, dan sistem digital untuk meningkatkan efisiensi. Perubahan tersebut membuat pekerja perlu menyesuaikan kemampuan agar tetap relevan dengan kebutuhan industri. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melalui reskilling atau pembelajaran keterampilan baru.

APA YANG DIMAKSUD DENGAN RESKILLING?

Reskilling adalah proses mempelajari keterampilan baru yang berbeda dari kemampuan utama seseorang untuk mempersiapkan diri menjalankan pekerjaan atau peran yang berbeda. Reskilling biasanya dilakukan ketika kebutuhan pekerjaan berubah atau ketika seseorang ingin berpindah ke bidang yang baru. Contohnya, karyawan administrasi dapat mempelajari analisis data untuk memenuhi kebutuhan posisi yang berkaitan dengan pengolahan data. Dengan keterampilan tambahan tersebut, seseorang dapat memiliki pilihan karier yang lebih beragam.

Reskilling berbeda dengan sekadar memperdalam kemampuan yang sudah dimiliki. Fokus utama reskilling adalah membangun kompetensi baru yang dapat digunakan untuk menjalankan tugas atau pekerjaan lain. Programnya dapat dilakukan melalui pelatihan perusahaan, kursus, pendidikan formal, sertifikasi, maupun pembelajaran mandiri.

MENGAPA RESKILLING PENTING DI ERA DIGITAL?

Era digital membuat teknologi berkembang dengan cepat dan memengaruhi banyak jenis pekerjaan. Perusahaan kini menggunakan perangkat lunak, kecerdasan buatan, cloud computing, dan berbagai sistem digital untuk mendukung kegiatan operasional. Kondisi tersebut membuat beberapa pekerjaan mengalami perubahan tugas dan kebutuhan kompetensi. Reskilling membantu pekerja menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut.

Selain membantu menghadapi perubahan teknologi, reskilling dapat meningkatkan kemampuan beradaptasi dan peluang pengembangan karier. Pekerja yang memiliki keterampilan baru dapat lebih siap ketika perusahaan mengubah sistem kerja atau ketika mereka ingin berpindah bidang. Namun, reskilling bukan jaminan mendapatkan pekerjaan karena peluang tetap dipengaruhi oleh kebutuhan industri, pengalaman, dan kemampuan individu.

CONTOH RESKILLING DI DUNIA KERJA

Reskilling dapat diterapkan dalam berbagai bidang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Seorang pekerja administrasi, misalnya, dapat mempelajari analisis data, pengelolaan database, atau penggunaan perangkat digital untuk beralih ke pekerjaan yang membutuhkan kompetensi tersebut. Karyawan pemasaran juga dapat mempelajari digital marketing, pengelolaan media sosial, atau analisis performa kampanye. Pilihan keterampilan sebaiknya disesuaikan dengan tujuan karier dan kebutuhan industri.

Contoh lainnya adalah pekerja di bidang pelayanan yang mempelajari penggunaan sistem digital untuk mendukung operasional perusahaan. Pekerja juga dapat mempelajari keterampilan teknologi dasar sebelum melanjutkan ke kemampuan yang lebih spesifik. Dengan proses pembelajaran bertahap, seseorang dapat lebih mudah menyesuaikan diri dengan perubahan tuntutan pekerjaan.

MANFAAT RESKILLING BAGI PEKERJA

Reskilling memberikan kesempatan kepada pekerja untuk mengembangkan kemampuan dan memperluas pilihan karier. Keterampilan baru dapat membantu seseorang memenuhi persyaratan pekerjaan yang berbeda dari pekerjaan sebelumnya. Reskilling juga dapat meningkatkan kesiapan ketika terjadi perubahan struktur pekerjaan akibat perkembangan teknologi. Karena itu, pembelajaran keterampilan baru menjadi bagian penting dalam pengembangan karier jangka panjang.

Selain manfaat profesional, proses belajar juga dapat membuat pekerja lebih terbiasa menghadapi perubahan. Seseorang dapat menjadi lebih terbuka terhadap teknologi dan metode kerja baru. Namun, hasil reskilling akan lebih efektif jika disertai praktik, pengalaman, dan evaluasi sehingga keterampilan yang dipelajari tidak hanya bersifat teoritis.

MANFAAT RESKILLING BAGI PERUSAHAAN

Reskilling tidak hanya memberikan manfaat kepada pekerja, tetapi juga dapat membantu perusahaan memenuhi kebutuhan kompetensi internal. Ketika teknologi baru diterapkan, perusahaan dapat memberikan pelatihan kepada karyawan agar mereka mampu menggunakan sistem tersebut. Langkah ini dapat membantu perusahaan menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan perubahan kebutuhan bisnis. Program reskilling juga dapat menjadi bagian dari strategi pengembangan sumber daya manusia.

Perusahaan perlu menentukan keterampilan yang benar-benar dibutuhkan agar pelatihan memberikan hasil yang relevan. Program dapat disusun berdasarkan kesenjangan keterampilan atau skill gap yang ditemukan dalam organisasi. Evaluasi setelah pelatihan juga penting untuk melihat apakah keterampilan baru sudah dapat diterapkan dalam pekerjaan.

CARA MEMULAI PROSES RESKILLING

Langkah pertama adalah mengidentifikasi keterampilan yang dibutuhkan di masa depan. Pekerja dapat melihat perubahan kebutuhan industri, mencari informasi mengenai posisi pekerjaan yang diminati, kemudian membandingkannya dengan kemampuan yang sudah dimiliki. Dari proses tersebut, dapat diketahui keterampilan apa yang masih perlu dipelajari. Tujuan pembelajaran juga perlu dibuat secara realistis agar prosesnya lebih terarah.

Setelah menentukan keterampilan, pilih metode belajar yang sesuai, seperti kursus, pelatihan, sertifikasi, proyek, atau pembelajaran mandiri. Praktik langsung sangat penting agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam situasi nyata. Kemajuan belajar juga perlu dievaluasi secara berkala untuk mengetahui bagian yang masih perlu ditingkatkan.

RESKILLING DAN KEBUTUHAN BELAJAR SEPANJANG KARIER

Perkembangan teknologi menunjukkan bahwa belajar tidak hanya dilakukan ketika seseorang berada di sekolah atau perguruan tinggi. Dunia kerja membutuhkan kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan. Reskilling dapat menjadi salah satu bentuk pembelajaran sepanjang karier yang membantu seseorang menghadapi perubahan profesi dan teknologi.

Meski demikian, setiap orang memiliki kebutuhan reskilling yang berbeda. Tidak semua keterampilan digital harus dipelajari sekaligus. Prioritaskan keterampilan yang paling relevan dengan pekerjaan atau tujuan karier agar waktu dan sumber daya dapat digunakan secara efektif.

KESIMPULAN

Reskilling merupakan proses mempelajari keterampilan baru untuk menghadapi perubahan pekerjaan dan kebutuhan industri. Di era digital, reskilling penting karena teknologi terus mengubah cara perusahaan bekerja dan kompetensi yang dibutuhkan. Pekerja dapat memulai dengan mengenali kebutuhan industri, memilih keterampilan yang relevan, lalu mengembangkan kemampuan melalui pelatihan dan praktik. Dengan pembelajaran yang berkelanjutan, seseorang dapat lebih siap menghadapi perubahan dunia kerja.

G

Tentang Penulis

Gusti Ayu Tita P

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.