University of Science and Computer Technology
MENU NAVIGASI
Beranda / Artikel / Informasi
Informasi 63 views

Apa Keuntungan KUR BRI bagi Pelaku UMKM?

G

Gusti Ayu Tita P

21 Agustus 2026

Bagikan:
Apa Keuntungan KUR BRI bagi Pelaku UMKM?

Bagi pelaku UMKM, modal menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga usaha tetap berjalan sekaligus mengembangkan bisnis. Keterbatasan modal sering membuat pengusaha sulit menambah stok, membeli peralatan, meningkatkan kapasitas produksi, atau memperluas pemasaran. Salah satu pilihan pembiayaan yang dapat dimanfaatkan adalah Kredit Usaha Rakyat atau KUR BRI.

KUR BRI ditujukan bagi pelaku usaha produktif dan layak yang membutuhkan pembiayaan untuk modal kerja maupun investasi. Berdasarkan informasi resmi BRI, KUR tersedia untuk berbagai sektor produktif seperti perdagangan, pertanian, perikanan, peternakan, industri pengolahan, jasa, konstruksi, dan pariwisata.

MEMBANTU MENAMBAH MODAL USAHA

Keuntungan utama KUR BRI bagi pelaku UMKM adalah membantu menyediakan modal yang dapat digunakan untuk kebutuhan bisnis. Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk membeli bahan baku, menambah persediaan barang, membayar kebutuhan operasional, atau memenuhi kebutuhan modal kerja lainnya. Dengan modal yang lebih memadai, pelaku usaha memiliki kesempatan untuk menjalankan kegiatan bisnis secara lebih stabil.

KUR juga dapat digunakan untuk investasi usaha, misalnya membeli peralatan produksi atau meningkatkan kapasitas bisnis. BRI menyediakan KUR dengan plafon yang disesuaikan dengan jenis pembiayaan, termasuk KUR Mikro dan KUR Kecil. Untuk informasi produk yang berlaku pada 2026, BRI mencantumkan KUR Mikro dengan plafon hingga Rp100 juta dan KUR Kecil di atas Rp100 juta hingga Rp500 juta.

MEMILIKI BUNGA YANG TERJANGKAU

KUR BRI menjadi salah satu pilihan pembiayaan yang menarik karena memiliki bunga yang relatif terjangkau dibandingkan sejumlah pembiayaan usaha komersial. Informasi resmi BRI pada 2026 mencantumkan KUR Super Mikro dengan bunga 3 persen efektif per tahun, sedangkan KUR Mikro dan KUR Kecil memiliki ketentuan bunga bertahap yang mulai dari 6 persen efektif per tahun, sesuai skema yang berlaku.

Bunga yang lebih terjangkau dapat membantu pelaku UMKM menjaga beban pembayaran kredit agar tetap sesuai dengan kemampuan usaha. Namun, calon debitur tetap perlu menghitung cicilan secara cermat sebelum mengajukan pembiayaan. Kemampuan membayar harus disesuaikan dengan omzet, keuntungan, arus kas, serta kebutuhan modal usaha agar kredit tidak justru mengganggu keuangan bisnis.

MEMBUKA PELUANG USAHA UNTUK NAIK KELAS

Pemanfaatan KUR tidak hanya berkaitan dengan memperoleh pinjaman, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk mengembangkan skala usaha. Modal tambahan dapat digunakan untuk meningkatkan jumlah produksi, menambah produk, memperluas tempat usaha, atau meningkatkan kemampuan memenuhi permintaan pelanggan. Jika dikelola dengan baik, tambahan modal dapat membantu bisnis menghasilkan penjualan dan keuntungan yang lebih besar.

Perkembangan tersebut juga terlihat dari penyaluran KUR BRI. Hingga akhir Juni 2026, BRI melaporkan telah menyalurkan KUR sebesar Rp103,81 triliun kepada sekitar 2 juta debitur di berbagai wilayah Indonesia. Pada periode yang sama, sebanyak 487 ribu debitur KUR telah mengalami graduasi, yaitu berkembang hingga memiliki kapasitas untuk mengakses pembiayaan komersial.

DAPAT DIGUNAKAN UNTUK BERBAGAI SEKTOR PRODUKTIF

KUR BRI tidak hanya ditujukan untuk satu jenis bisnis. Pembiayaan ini dapat digunakan oleh pelaku usaha di berbagai sektor produktif, sehingga peluang pemanfaatannya cukup luas. BRI mencantumkan sektor seperti pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, industri pengolahan, perdagangan, jasa, konstruksi, dan pariwisata sebagai sektor yang dapat dibiayai sesuai ketentuan yang berlaku.

Hal tersebut memberikan kesempatan kepada lebih banyak pelaku UMKM untuk memperoleh akses pembiayaan usaha. Contohnya, pedagang dapat menggunakan modal untuk menambah stok, sedangkan pengusaha makanan dapat membeli peralatan produksi. Pelaku usaha pertanian juga dapat memanfaatkan pembiayaan untuk kebutuhan produktif sesuai dengan skema dan persyaratan KUR yang berlaku.

MEMBANTU MENINGKATKAN KAPASITAS PRODUKSI

Tambahan modal dari KUR BRI dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan usaha dalam menghasilkan produk atau memberikan layanan. Ketika permintaan pelanggan meningkat, pelaku usaha membutuhkan modal yang cukup untuk menambah bahan baku, peralatan, tenaga kerja, atau kebutuhan operasional lainnya. Dengan perencanaan yang tepat, pembiayaan dapat membantu usaha memenuhi permintaan tanpa mengorbankan kualitas.

Peningkatan kapasitas produksi juga dapat menjadi langkah awal untuk memperluas pasar. Misalnya, usaha makanan yang sebelumnya hanya melayani pelanggan sekitar dapat meningkatkan produksi untuk memenuhi pesanan dari toko atau platform digital. Namun, pelaku usaha tetap perlu memastikan bahwa tambahan produksi sejalan dengan permintaan pasar agar modal tidak digunakan secara berlebihan.

PERSYARATAN PERLU DIPERHATIKAN SEBELUM MENGAJUKAN

Meskipun memiliki berbagai keuntungan, KUR BRI bukan pembiayaan yang otomatis diberikan kepada semua pemohon. Calon debitur perlu memenuhi persyaratan dan ketentuan yang ditetapkan. Informasi BRI mencantumkan beberapa kriteria umum, antara lain memiliki usaha produktif dan layak serta telah menjalankan usaha dalam jangka waktu tertentu sesuai skema KUR yang diajukan.

Dokumen dan persyaratan juga perlu dipersiapkan dengan baik agar proses pengajuan berjalan lebih lancar. BRI mencantumkan kebutuhan identitas dan legalitas usaha sesuai jenis KUR dan ketentuan yang berlaku. Selain itu, calon debitur perlu memperhatikan riwayat kredit, kemampuan membayar, serta ketentuan mengenai kredit yang sedang dimiliki.

GUNAKAN KUR BRI SECARA BIJAK

KUR BRI dapat memberikan manfaat besar apabila dana digunakan untuk kebutuhan produktif, bukan untuk pengeluaran konsumtif yang tidak berkaitan dengan bisnis. Sebelum mengajukan, pelaku UMKM sebaiknya membuat perhitungan sederhana mengenai jumlah modal yang dibutuhkan, estimasi omzet, keuntungan, dan kemampuan membayar cicilan. Perencanaan tersebut membantu mengurangi risiko pembiayaan membebani arus kas usaha.

Pelaku UMKM juga perlu berhati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan KUR BRI. BRI pada Mei 2026 menegaskan bahwa pengajuan KUR tidak dilakukan melalui tautan tidak resmi, akun pribadi, atau pihak yang tidak berkaitan dengan BRI. Pengajuan dapat dilakukan melalui unit kerja resmi BRI dan tenaga pemasar resmi sesuai informasi yang diberikan BRI.

KESIMPULAN

Secara keseluruhan, keuntungan KUR BRI bagi pelaku UMKM terletak pada akses pembiayaan untuk modal kerja dan investasi dengan skema yang ditujukan bagi usaha produktif. Dana yang diperoleh dapat membantu menambah persediaan, meningkatkan kapasitas produksi, membeli peralatan, dan memperluas usaha. Dengan pengelolaan yang disiplin, pembiayaan tersebut dapat menjadi salah satu pendukung bagi UMKM untuk tumbuh dan naik kelas.

Meski demikian, KUR tetap merupakan kewajiban pembiayaan yang harus dibayar sesuai perjanjian. Karena itu, pelaku usaha perlu memilih jumlah pembiayaan berdasarkan kebutuhan nyata dan kemampuan keuangan bisnis. Dengan perencanaan matang, penggunaan dana yang produktif, serta pembayaran yang disiplin, KUR BRI dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha jangka panjang.

G

About the Author

Gusti Ayu Tita P

Author — STEKOM University

An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.