S1 Sistem Informasi Mempelajari Customer Journey Analytics untuk Memahami Perilaku Pelanggan
Novita Nur Andjani
26 Oktober 2026
.
Mengenal Customer Journey Analytics dalam S1 Sistem Informasi
S1 Sistem Informasi merupakan program studi yang menggabungkan pemahaman teknologi, data, dan proses bisnis untuk membantu organisasi mengambil keputusan. Salah satu bidang yang dapat dipelajari dalam penerapannya adalah customer journey analytics, yaitu pendekatan untuk menganalisis perjalanan pelanggan ketika berinteraksi dengan suatu perusahaan atau layanan.
Perjalanan pelanggan dapat dimulai saat seseorang mengenal sebuah produk, mencari informasi, membandingkan pilihan, melakukan pembelian, hingga menggunakan layanan setelah transaksi. Setiap tahap menghasilkan informasi yang dapat membantu perusahaan memahami kebutuhan pelanggan dan mengevaluasi kualitas pengalaman yang diberikan.
Melalui customer journey analytics, mahasiswa dapat mempelajari bagaimana data dari berbagai titik interaksi diolah menjadi informasi yang berguna bagi pengembangan strategi bisnis.
Mengapa Analisis Perjalanan Pelanggan Penting?
Pelanggan dapat berinteraksi dengan perusahaan melalui berbagai saluran, seperti situs web, aplikasi, media sosial, layanan pelanggan, dan toko fisik. Jika informasi dari setiap saluran tidak dipahami secara menyeluruh, perusahaan akan kesulitan mengetahui bagian perjalanan pelanggan yang perlu diperbaiki.
Sebagai contoh, pengunjung sebuah toko daring mungkin sudah melihat produk dan memasukkannya ke keranjang, tetapi tidak menyelesaikan pembelian. Analisis perjalanan pelanggan dapat membantu perusahaan memeriksa kemungkinan penyebabnya, seperti informasi biaya yang kurang jelas, proses pembayaran yang panjang, atau kendala teknis.
Temuan tersebut dapat menjadi dasar evaluasi. Namun, data perilaku tidak selalu menjelaskan alasan pelanggan secara langsung. Perusahaan mungkin perlu menggabungkannya dengan survei, wawancara, atau masukan pelanggan agar memperoleh pemahaman yang lebih lengkap.
Peran Data dalam Customer Journey Analytics
Customer journey analytics memanfaatkan data dari berbagai titik interaksi. Data tersebut dapat berupa halaman yang dikunjungi, waktu penggunaan layanan, riwayat transaksi, pertanyaan kepada layanan pelanggan, atau hasil survei kepuasan.
Mahasiswa S1 Sistem Informasi dapat mempelajari cara mengumpulkan dan menyusun data tersebut agar dapat dianalisis secara sistematis. Pengetahuan basis data membantu mengelola informasi, sedangkan analisis data digunakan untuk menemukan pola dan perubahan perilaku pelanggan.
Visualisasi data juga berperan penting dalam menyajikan hasil analisis. Diagram perjalanan pelanggan, grafik tingkat penyelesaian transaksi, dan dashboard kinerja dapat membantu tim bisnis memahami masalah tanpa harus memeriksa data mentah satu per satu.
Pengelolaan data harus dilakukan secara bertanggung jawab. Informasi pribadi pelanggan perlu dilindungi, akses terhadap data harus dibatasi sesuai kebutuhan, dan analisis sebaiknya menggunakan data yang relevan dengan tujuan bisnis.
Penerapan Analisis Perjalanan Pelanggan dalam Bisnis
Dalam industri perdagangan elektronik, analisis perjalanan pelanggan dapat membantu mengevaluasi proses pencarian produk hingga pembayaran. Perusahaan dapat mengidentifikasi tahapan yang sering ditinggalkan pengguna dan menguji perubahan desain atau alur transaksi.
Pada sektor perbankan, pendekatan ini dapat digunakan untuk memahami pengalaman nasabah ketika menggunakan layanan digital, misalnya saat membuka rekening atau mengakses informasi produk. Sementara itu, perusahaan telekomunikasi dapat menganalisis interaksi pelanggan dengan layanan mandiri dan pusat bantuan.
Di sektor pendidikan, institusi dapat mempelajari perjalanan calon mahasiswa sejak mencari informasi program studi hingga menyelesaikan pendaftaran. Hasil analisis dapat membantu mengidentifikasi informasi yang kurang jelas atau tahapan administrasi yang membutuhkan penyederhanaan.
Kompetensi yang Dipelajari Mahasiswa Sistem Informasi
Customer journey analytics melibatkan beberapa kompetensi yang saling melengkapi. Analisis proses bisnis membantu mahasiswa memahami tahapan interaksi pelanggan, sedangkan pengelolaan basis data mendukung penyusunan informasi dari berbagai sumber.
Kemampuan analisis dan visualisasi data membantu mengidentifikasi pola, membandingkan hasil, serta menyampaikan temuan kepada pihak terkait. Selain itu, mahasiswa perlu memahami kebutuhan pengguna agar rekomendasi yang dihasilkan tidak hanya berorientasi pada angka, tetapi juga mempertimbangkan kualitas pengalaman pelanggan.
Kemampuan tersebut dapat dikembangkan melalui tugas studi kasus, proyek dashboard, dan simulasi evaluasi layanan digital.
Contoh Proyek Customer Journey Analytics
Salah satu proyek yang dapat dilakukan mahasiswa adalah menganalisis perjalanan pengguna pada sebuah toko daring simulasi. Mahasiswa dapat menyusun tahapan mulai dari kunjungan halaman produk, penambahan barang ke keranjang, hingga penyelesaian pembayaran.
Data simulasi kemudian digunakan untuk menghitung jumlah pengguna pada setiap tahap dan melihat bagian yang mengalami penurunan terbesar. Berdasarkan hasil tersebut, mahasiswa dapat mengusulkan perbaikan, seperti menyederhanakan informasi produk atau memperjelas petunjuk pembayaran.
Hasil proyek dapat disajikan dalam bentuk laporan analisis dan dashboard. Dengan demikian, mahasiswa dapat menunjukkan kemampuan menghubungkan data, proses bisnis, dan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti.
S1 Sistem Informasi membantu mahasiswa memahami bagaimana teknologi dan data digunakan untuk mendukung strategi bisnis. Customer journey analytics menjadi salah satu penerapan yang penting karena membantu organisasi mengevaluasi interaksi pelanggan dari awal hingga akhir. Melalui kemampuan pengelolaan data, analisis proses, dan penyajian informasi, mahasiswa dapat mempelajari cara menghasilkan rekomendasi yang mendukung peningkatan layanan dan pengalaman pelanggan.
About the Author
Novita Nur Andjani
Author — STEKOM University
An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.