University of Science and Computer Technology
MENU NAVIGASI
Beranda / Artikel / Informasi
Informasi 57 views

Apakah Teknologi dan Media Sosial Memengaruhi Perkembangan Generasi Strawberry?

G

Gusti Ayu Tita P

23 September 2026

Bagikan:
Apakah Teknologi dan Media Sosial Memengaruhi Perkembangan Generasi Strawberry?

Teknologi dan media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan generasi muda. Berbagai aktivitas seperti belajar, berkomunikasi, mencari informasi, bekerja, hingga mencari hiburan dapat dilakukan melalui perangkat digital. Kondisi tersebut memberikan banyak kemudahan, tetapi penggunaan teknologi yang berlebihan juga dapat memengaruhi cara anak muda berpikir, berkomunikasi, dan menghadapi berbagai masalah.

Hal ini kemudian sering dikaitkan dengan istilah Generasi Strawberry, yaitu sebutan populer untuk anak muda yang dianggap memiliki banyak potensi tetapi lebih mudah merasa tertekan ketika menghadapi masalah. Namun, teknologi dan media sosial tidak dapat dianggap sebagai satu-satunya penyebab. Pengaruhnya sangat bergantung pada cara seseorang menggunakan teknologi, lingkungan keluarga, pendidikan, serta kemampuan mengelola informasi dan tekanan sosial.

APA YANG DIMAKSUD DENGAN GENERASI STRAWBERRY?

Generasi Strawberry merupakan istilah populer yang digunakan untuk menggambarkan generasi muda yang dianggap kreatif, memiliki banyak kemampuan, dan mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi dinilai lebih sensitif terhadap tekanan. Perumpamaan strawberry digunakan karena buah tersebut terlihat menarik, tetapi dianggap mudah rusak ketika mendapatkan tekanan. Istilah ini kemudian digunakan dalam pembicaraan masyarakat untuk menggambarkan anak muda yang dianggap kurang terbiasa menghadapi kesulitan.

Namun, Generasi Strawberry bukan kategori ilmiah yang dapat digunakan untuk menilai seluruh anak muda. Setiap individu memiliki pengalaman dan karakter yang berbeda. Ada anak muda yang mampu menghadapi tekanan dengan baik, sementara sebagian lainnya membutuhkan dukungan lebih ketika menghadapi masalah. Karena itu, Generasi Strawberry tidak selalu berarti generasi yang lemah.

BAGAIMANA TEKNOLOGI MEMENGARUHI KEHIDUPAN GENERASI MUDA?

Teknologi memberikan berbagai kemudahan bagi generasi muda. Informasi pendidikan dapat ditemukan dengan cepat melalui internet, komunikasi dapat dilakukan tanpa batas jarak, dan berbagai keterampilan dapat dipelajari secara mandiri. Anak muda juga dapat menggunakan teknologi untuk membuat karya, membangun bisnis, mencari pekerjaan, dan mengembangkan jaringan.

Di sisi lain, kemudahan tersebut dapat membuat sebagian orang terbiasa mendapatkan sesuatu secara cepat. Informasi yang biasanya membutuhkan waktu untuk ditemukan sekarang dapat diperoleh hanya dalam beberapa detik. Kebiasaan serba cepat tersebut dapat memengaruhi cara seseorang menghadapi proses yang membutuhkan kesabaran. Ketika hasil tidak langsung terlihat, sebagian individu mungkin merasa lebih mudah frustrasi.

PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI

Media sosial memungkinkan generasi muda melihat kehidupan banyak orang setiap hari. Mereka dapat melihat pencapaian akademik, pekerjaan, perjalanan, penampilan, hubungan sosial, dan gaya hidup orang lain. Jika tidak disikapi dengan bijak, kondisi tersebut dapat mendorong seseorang membandingkan kehidupannya dengan kehidupan orang lain.

Masalahnya, apa yang ditampilkan di media sosial biasanya hanya sebagian dari kehidupan seseorang. Banyak orang lebih sering membagikan keberhasilan daripada kegagalan atau kesulitan yang mereka alami. Akibatnya, kehidupan orang lain dapat terlihat sempurna. Perbandingan sosial yang terlalu sering dapat membuat seseorang merasa tertinggal atau kurang berhasil meskipun sebenarnya memiliki perkembangan yang baik.

MEDIA SOSIAL MEMBUAT KRITIK DAN KOMENTAR LEBIH MUDAH DITERIMA

Dahulu, kritik biasanya diberikan secara langsung dalam lingkungan keluarga, sekolah, kampus, atau tempat kerja. Sekarang, komentar dapat datang dari banyak orang melalui media sosial. Seseorang dapat menerima pujian, kritik, bahkan komentar negatif dari orang yang tidak dikenalnya.

Bagi sebagian anak muda, komentar tersebut dapat memengaruhi kepercayaan diri. Kritik yang terus muncul dapat membuat seseorang menjadi lebih berhati-hati dalam mengekspresikan diri atau merasa takut mendapatkan penilaian negatif. Namun, kemampuan menerima kritik di media sosial dapat dilatih dengan memahami bahwa tidak semua komentar harus dipercaya atau dijadikan ukuran nilai diri.

TEKNOLOGI MEMENGARUHI CARA GENERASI MUDA BELAJAR

Teknologi telah mengubah cara generasi muda memperoleh pengetahuan. Pelajar dan mahasiswa dapat mengakses video pembelajaran, artikel, buku digital, kursus daring, dan berbagai sumber informasi lainnya. Mereka tidak lagi hanya bergantung pada materi yang diberikan di ruang kelas.

Kemudahan tersebut dapat meningkatkan kesempatan belajar secara mandiri. Namun, banyaknya informasi juga menuntut kemampuan memilih sumber yang dapat dipercaya. Generasi muda perlu memiliki literasi digital agar tidak mudah menerima informasi tanpa memeriksa kebenarannya. Kemampuan memilah informasi menjadi semakin penting karena internet menyediakan informasi dalam jumlah yang sangat besar.

PENGARUH TEKNOLOGI TERHADAP KEMAMPUAN BERSOSIALISASI

Teknologi membuat komunikasi menjadi lebih mudah. Generasi muda dapat berkomunikasi dengan teman dan keluarga melalui pesan singkat, panggilan video, maupun media sosial. Mereka juga dapat menemukan komunitas berdasarkan minat yang sama meskipun berada di tempat berbeda.

Namun, komunikasi digital tidak sepenuhnya menggantikan pengalaman berinteraksi secara langsung. Dalam kehidupan nyata, seseorang perlu belajar membaca ekspresi, memahami perbedaan pendapat, bekerja sama, dan menyelesaikan konflik. Karena itu, keterampilan sosial tetap perlu dikembangkan melalui interaksi langsung agar generasi muda tidak hanya nyaman berkomunikasi melalui layar.

PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DAPAT MEMENGARUHI POLA PIKIR

Media sosial menggunakan berbagai bentuk konten yang dirancang untuk menarik perhatian pengguna. Video singkat, gambar, berita, dan komentar dapat dikonsumsi dalam waktu yang sangat cepat. Akibatnya, seseorang dapat terbiasa berpindah dari satu informasi ke informasi lain tanpa memberikan waktu yang cukup untuk memahami suatu persoalan secara mendalam.

Generasi muda perlu belajar menggunakan teknologi secara sadar. Tidak semua informasi yang menarik memiliki nilai yang baik untuk kehidupan. Kemampuan berpikir kritis membantu seseorang mempertanyakan informasi, memeriksa sumber, dan mempertimbangkan sudut pandang sebelum mempercayainya. Dengan cara tersebut, teknologi dapat digunakan sebagai alat pembelajaran daripada sekadar sumber hiburan.

TEKNOLOGI JUGA MEMBERIKAN BANYAK PELUANG

Membahas dampak teknologi terhadap Generasi Strawberry tidak seharusnya hanya berfokus pada sisi negatif. Teknologi juga memberikan peluang besar bagi generasi muda untuk berkembang. Mereka dapat mempelajari keterampilan baru, mempromosikan karya, membangun usaha, mencari pekerjaan, dan terhubung dengan orang dari berbagai daerah bahkan negara.

Media sosial juga dapat digunakan untuk membangun personal branding secara positif. Anak muda dapat menunjukkan kemampuan, portofolio, pengalaman organisasi, atau hasil karya kepada masyarakat luas. Dengan penggunaan yang tepat, teknologi justru dapat meningkatkan kepercayaan diri dan memberikan kesempatan yang sebelumnya sulit diperoleh.

BAGAIMANA CARA GENERASI MUDA MENGGUNAKAN TEKNOLOGI SECARA BIJAK?

Generasi muda perlu memahami bahwa teknologi merupakan alat yang dapat memberikan manfaat maupun menimbulkan masalah tergantung cara penggunaannya. Membatasi waktu penggunaan media sosial dapat membantu mengurangi kebiasaan melihat kehidupan orang lain secara berlebihan. Selain itu, memilih konten yang memberikan manfaat dapat membuat waktu di internet lebih produktif.

Generasi muda juga dapat menggunakan teknologi untuk kegiatan yang mendukung perkembangan diri. Misalnya, mengikuti kursus, membaca informasi pendidikan, membuat karya, belajar bahasa, membangun portofolio, atau mencari peluang pekerjaan. Penggunaan teknologi secara bijak membantu seseorang mendapatkan manfaat digital tanpa terlalu mudah terpengaruh oleh tekanan yang muncul di dalamnya.

PERAN ORANG TUA DAN LINGKUNGAN DALAM MENGAWASI PENGGUNAAN TEKNOLOGI

Orang tua memiliki peran penting dalam membantu anak menggunakan teknologi secara sehat. Pengawasan tidak harus dilakukan dengan melarang seluruh penggunaan perangkat digital. Orang tua dapat mengajak anak berdiskusi mengenai konten yang mereka lihat, risiko membagikan informasi pribadi, serta cara menghadapi komentar negatif.

Lingkungan pendidikan juga dapat membantu generasi muda meningkatkan kemampuan menggunakan teknologi. Sekolah dan perguruan tinggi dapat mengajarkan etika digital, keamanan informasi, literasi media, serta kemampuan memeriksa sumber. Dengan dukungan dari keluarga dan pendidikan, generasi muda dapat lebih siap menghadapi berbagai dampak perkembangan teknologi.

JADI, APAKAH TEKNOLOGI DAN MEDIA SOSIAL MEMENGARUHI GENERASI STRAWBERRY?

Teknologi dan media sosial memang dapat memengaruhi perkembangan generasi muda, termasuk cara mereka belajar, berkomunikasi, membangun kepercayaan diri, dan menghadapi tekanan sosial. Namun, pengaruh tersebut tidak selalu negatif. Teknologi dapat menjadi sarana yang sangat bermanfaat ketika digunakan untuk belajar, berkarya, bekerja, dan membangun hubungan yang positif.

Yang perlu diperhatikan adalah keseimbangan dalam penggunaannya. Generasi muda perlu memiliki kemampuan mengelola waktu, menyaring informasi, menghadapi kritik, dan membatasi perbandingan dengan orang lain. Ketahanan diri di era digital dapat membantu anak muda menggunakan teknologi tanpa kehilangan kemampuan untuk berinteraksi secara langsung, menghadapi kegagalan, dan menyelesaikan masalah.

KESIMPULAN

Teknologi dan media sosial memiliki pengaruh terhadap perkembangan Generasi Strawberry, terutama dalam cara memperoleh informasi, berkomunikasi, belajar, membangun kepercayaan diri, dan menghadapi tekanan sosial. Penggunaan media sosial yang berlebihan dapat meningkatkan perbandingan sosial dan membuat sebagian anak muda lebih sensitif terhadap penilaian orang lain. Namun, teknologi juga memberikan peluang besar untuk belajar, berkarya, bekerja, dan mengembangkan kemampuan.

Karena itu, teknologi tidak dapat dianggap sebagai penyebab tunggal munculnya karakter yang sering dikaitkan dengan Generasi Strawberry. Cara menggunakan teknologi menjadi salah satu hal yang lebih penting untuk diperhatikan. Dengan literasi digital, kemampuan berpikir kritis, dukungan keluarga, pendidikan yang baik, dan keseimbangan antara kehidupan digital dan kehidupan nyata, generasi muda dapat memanfaatkan teknologi sekaligus membangun ketahanan diri.

Meta Deskripsi: 

SEO Keywords:

  1.  
  2.  
  3.  
  4.  
  5.  
G

About the Author

Gusti Ayu Tita P

Author — STEKOM University

An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.