University of Science and Computer Technology
MENU NAVIGASI
Beranda / Artikel / Tips dan Trik
Tips dan Trik 68 views

Bagaimana Cara Mengurangi Risiko Kelainan Genetik pada Keturunan?

G

Gusti Ayu Tita P

22 September 2026

Bagikan:
Bagaimana Cara Mengurangi Risiko Kelainan Genetik pada Keturunan?

Kelainan genetik dapat terjadi karena perubahan pada gen atau kromosom yang diwariskan dari orang tua maupun perubahan baru yang muncul ketika sel berkembang. Karena penyebabnya beragam, tidak semua kelainan genetik dapat dicegah. Namun, calon orang tua dapat melakukan beberapa langkah untuk mengetahui risiko genetik dan menjaga kesehatan sebelum serta selama kehamilan.

Upaya tersebut bukan berarti dapat menjamin bayi terbebas dari seluruh kelainan genetik. Tujuan utamanya adalah mengenali faktor risiko lebih awal, memperoleh informasi medis yang tepat, dan mengurangi risiko kondisi tertentu yang memang dapat dipengaruhi oleh faktor kesehatan atau lingkungan.

KENALI RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA

Salah satu langkah penting adalah mengetahui riwayat penyakit genetik dalam keluarga dari kedua calon orang tua. Informasi seperti adanya anggota keluarga dengan kelainan genetik, kelainan bawaan, gangguan perkembangan, atau kondisi tertentu sejak lahir dapat menjadi petunjuk adanya risiko yang perlu diperiksa lebih lanjut. Riwayat dari pihak ibu maupun ayah sama-sama penting.

Informasi tersebut dapat disampaikan kepada dokter sebelum merencanakan kehamilan. Jika terdapat riwayat tertentu, dokter dapat mempertimbangkan konseling genetik atau pemeriksaan genetik untuk mengetahui kemungkinan risiko pada keturunan.

LAKUKAN KONSELING GENETIK

Konseling genetik dapat membantu calon orang tua memahami kemungkinan kondisi genetik yang dapat terjadi pada anak. Konselor atau tenaga kesehatan akan mempertimbangkan riwayat kesehatan pribadi, riwayat keluarga, dan kondisi kehamilan sebelumnya jika ada. Dari informasi tersebut, calon orang tua dapat memahami apakah pemeriksaan genetik tertentu diperlukan.

Konseling dapat sangat bermanfaat apabila salah satu atau kedua calon orang tua memiliki kondisi genetik, merupakan pembawa (carrier) penyakit tertentu, pernah mengalami keguguran berulang, atau sebelumnya memiliki anak dengan kelainan genetik. Konseling juga dapat dilakukan sebelum kehamilan maupun selama kehamilan sesuai kebutuhan.

PERTIMBANGKAN PEMERIKSAAN GENETIK

Pemeriksaan genetik dapat membantu mengetahui apakah seseorang membawa perubahan gen tertentu yang berpotensi diwariskan kepada anak. Salah satu bentuknya adalah carrier screening, yaitu pemeriksaan untuk mengetahui apakah seseorang membawa perubahan gen yang dapat menyebabkan kondisi tertentu pada anak jika perubahan yang relevan juga diwariskan dari pasangan.

Pemeriksaan ini dapat dipertimbangkan terutama jika terdapat riwayat penyakit genetik dalam keluarga atau faktor risiko tertentu. Jika salah satu pasangan diketahui sebagai pembawa, pemeriksaan pasangan dapat membantu memberikan gambaran mengenai kemungkinan risiko pada keturunan.

JAGA KESEHATAN SEBELUM DAN SELAMA KEHAMILAN

Menjaga kesehatan sebelum dan selama kehamilan penting untuk membantu mendukung perkembangan janin. Calon ibu dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai penyakit yang sudah dimiliki, obat-obatan, vaksinasi, pola makan, dan kondisi kesehatan lainnya sebelum merencanakan kehamilan. Kondisi tertentu seperti diabetes juga perlu dikelola dengan baik selama masa persiapan dan kehamilan.

Selain itu, menghindari rokok, alkohol, obat-obatan terlarang, serta paparan zat berbahaya tertentu dapat membantu mengurangi risiko masalah pada kehamilan dan perkembangan bayi. Langkah tersebut tidak dapat mencegah seluruh kelainan genetik, tetapi merupakan bagian penting dari perencanaan kehamilan yang sehat.

PENUHI KEBUTUHAN ASAM FOLAT

Asam folat memiliki peran penting dalam perkembangan awal janin. CDC merekomendasikan perempuan yang dapat hamil mendapatkan 400 mikrogram asam folat setiap hari untuk membantu mencegah cacat tabung saraf, yaitu kelainan serius pada perkembangan otak dan tulang belakang bayi. Asam folat sebaiknya mulai diperhatikan sebelum kehamilan karena perkembangan tabung saraf terjadi sangat awal.

Asam folat dapat diperoleh dari suplemen dan makanan yang diperkaya, serta pola makan yang mengandung sumber folat seperti sayuran berdaun hijau dan kacang-kacangan. Kebutuhan dosis tertentu dapat berbeda pada kondisi khusus, misalnya pada seseorang yang pernah memiliki kehamilan dengan cacat tabung saraf, sehingga sebaiknya mengikuti anjuran dokter.

LAKUKAN PEMERIKSAAN KEHAMILAN SECARA TERATUR

Pemeriksaan kehamilan dapat membantu memantau kondisi ibu dan perkembangan janin. Jika ditemukan hasil pemeriksaan atau tanda tertentu yang memerlukan perhatian, dokter dapat menyarankan pemeriksaan lanjutan, termasuk skrining atau tes genetik prenatal sesuai kondisi. Pemeriksaan tersebut dapat membantu mengetahui apakah terdapat risiko atau kondisi tertentu pada janin.

Pemeriksaan selama kehamilan tidak berarti seluruh kelainan genetik dapat diketahui. Setiap pemeriksaan memiliki kemampuan dan keterbatasan masing-masing. Karena itu, hasil skrining atau tes genetik sebaiknya dibahas bersama tenaga kesehatan agar informasinya tidak disalahartikan sebagai diagnosis pasti.

KESIMPULAN

Risiko kelainan genetik pada keturunan tidak selalu dapat dihilangkan, karena sebagian perubahan genetik terjadi secara spontan dan tidak dapat diprediksi. Namun, calon orang tua dapat melakukan beberapa langkah untuk mengetahui risiko lebih awal, seperti mengenali riwayat kesehatan keluarga, melakukan konseling genetik, dan mempertimbangkan pemeriksaan genetik jika memiliki indikasi.

Menjaga kesehatan sebelum dan selama kehamilan juga penting. Asam folat, pemeriksaan kehamilan rutin, pengelolaan penyakit, serta menghindari rokok, alkohol, obat terlarang, dan paparan berbahaya dapat membantu mendukung kehamilan yang sehat. Dengan perencanaan yang baik dan konsultasi tenaga kesehatan, calon orang tua dapat memperoleh informasi yang lebih tepat mengenai kondisi dan risiko genetik pada keturunan.

G

About the Author

Gusti Ayu Tita P

Author — STEKOM University

An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.