KUR BNI untuk UMKM yang Ingin Mengembangkan Usaha
Gusti Ayu Tita P
21 Agustus 2026
Modal menjadi salah satu faktor penting bagi pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usaha. Keterbatasan dana dapat membuat pemilik usaha kesulitan menambah stok, membeli peralatan, memperluas tempat usaha, atau meningkatkan kapasitas produksi. Salah satu pilihan pembiayaan yang dapat dipertimbangkan adalah Kredit Usaha Rakyat atau KUR BNI.
KUR BNI merupakan fasilitas pembiayaan yang ditujukan untuk mendukung usaha produktif. BNI menyediakan beberapa kategori KUR dengan plafon dan ketentuan yang berbeda sesuai kebutuhan usaha.
APA ITU KUR BNI?
KUR BNI merupakan pembiayaan program pemerintah yang disalurkan melalui BNI untuk membantu meningkatkan akses permodalan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Dana tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan Kredit Modal Kerja maupun Kredit Investasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Bagi pelaku UMKM, fasilitas ini dapat menjadi pilihan untuk mendukung kegiatan usaha yang produktif. Penggunaan dana perlu disesuaikan dengan kemampuan usaha dan tujuan pembiayaan agar cicilan tetap dapat dikelola dengan baik.
JENIS KUR BNI YANG TERSEDIA
BNI menyediakan beberapa kategori KUR dengan plafon yang berbeda. KUR Super Mikro memiliki maksimum pembiayaan sampai Rp10 juta, sedangkan KUR Mikro berada di atas Rp10 juta sampai Rp100 juta. Sementara itu, KUR Kecil memiliki plafon di atas Rp100 juta sampai Rp500 juta.
Perbedaan plafon tersebut memungkinkan pelaku usaha memilih pembiayaan sesuai skala dan kebutuhan bisnis. Tenor juga berbeda berdasarkan jenis pembiayaan, dengan Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi memiliki batas waktu pengembalian yang berbeda.
MANFAAT KUR BNI UNTUK MENGEMBANGKAN USAHA
KUR BNI dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan modal kerja maupun investasi usaha. Modal kerja dapat membantu memenuhi kebutuhan operasional seperti pembelian bahan baku atau penambahan persediaan. Sementara itu, kredit investasi dapat digunakan untuk kebutuhan pengembangan usaha sesuai ketentuan pembiayaan.
Dengan tambahan modal yang dikelola secara tepat, pelaku UMKM dapat meningkatkan kapasitas bisnis secara bertahap. Namun, pembiayaan tetap merupakan kewajiban yang harus dibayar sehingga rencana penggunaan dana dan kemampuan membayar cicilan perlu diperhitungkan sejak awal.
SYARAT UMUM PENGAJUAN KUR BNI
Persyaratan dapat berbeda berdasarkan jenis KUR yang dipilih. Secara umum, calon penerima KUR harus merupakan WNI, berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah, dan memiliki usaha yang telah berjalan minimal enam bulan. BNI juga mensyaratkan calon debitur tidak tercatat sebagai debitur bermasalah dan memiliki kualitas kredit yang sesuai ketentuan.
Dokumen yang diperlukan antara lain identitas diri, kartu keluarga, serta dokumen legalitas atau keterangan usaha. Untuk plafon tertentu, NPWP juga menjadi salah satu dokumen yang dipersyaratkan. Persyaratan lengkap sebaiknya diperiksa kembali sebelum pengajuan karena ketentuan dapat berbeda berdasarkan jenis fasilitas.
BERAPA BUNGA KUR BNI
Besaran bunga KUR BNI mengikuti skema KUR dan jumlah akses pembiayaan yang telah digunakan. Dalam informasi resmi BNI untuk KUR Mikro, bunga efektif tercantum mulai 6 persen per tahun pada akses pertama, kemudian dapat meningkat menjadi 7 persen, 8 persen, dan 9 persen per tahun sesuai tingkat akses.
Karena bunga dan ketentuan dapat mengikuti kebijakan program yang berlaku, calon debitur sebaiknya memastikan angka terbaru ketika akan mengajukan. Informasi resmi BNI juga mencantumkan bahwa KUR Mikro memiliki tenor maksimal tiga tahun untuk Kredit Modal Kerja dan lima tahun untuk Kredit Investasi.
APAKAH KUR BNI MEMERLUKAN JAMINAN?
Ketentuan jaminan bergantung pada jenis dan besarnya pembiayaan. KUR Super Mikro dan KUR Mikro pada informasi BNI tercantum tidak mewajibkan jaminan tambahan. Untuk KUR Kecil, jaminan mengikuti ketentuan BNI.
Hal tersebut penting dipahami sebelum mengajukan pembiayaan. Calon debitur sebaiknya tidak hanya melihat besarnya plafon, tetapi juga memahami seluruh persyaratan, biaya, tenor, serta kewajiban pembayaran yang tercantum dalam dokumen kredit.
TIPS MENGGUNAKAN KUR BNI SECARA BIJAK
Sebelum mengajukan KUR, pelaku UMKM sebaiknya menentukan tujuan penggunaan dana secara jelas. Dana sebaiknya digunakan untuk kebutuhan yang benar benar mendukung produktivitas dan perkembangan usaha, bukan untuk pengeluaran yang tidak berkaitan dengan bisnis. Perhitungan omzet, keuntungan, biaya operasional, dan cicilan juga perlu dilakukan agar kondisi arus kas tetap sehat.
Pelaku usaha juga sebaiknya menyiapkan rencana pengembangan yang realistis. Misalnya, tambahan modal digunakan untuk meningkatkan stok barang yang memiliki permintaan tinggi atau membeli peralatan yang dapat meningkatkan kapasitas produksi. Dengan perencanaan yang matang, pembiayaan dapat lebih efektif dalam membantu pertumbuhan usaha.
CARA MENGAJUKAN KUR BNI
Pengajuan KUR dapat dilakukan melalui saluran yang disediakan BNI dengan melengkapi persyaratan yang ditentukan. BNI juga menyediakan layanan eForm untuk proses terkait KUR.
Sebelum mengajukan, pastikan identitas, dokumen usaha, informasi keuangan, dan kebutuhan pembiayaan telah disiapkan. Pelaku UMKM juga perlu memastikan jumlah pinjaman yang diajukan sesuai kemampuan membayar. Pengajuan tidak otomatis berarti kredit disetujui karena keputusan tetap mengikuti proses analisis dan ketentuan BNI.
KESIMPULAN
KUR BNI dapat menjadi salah satu pilihan pembiayaan bagi UMKM yang membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan usaha. Fasilitas ini dapat digunakan untuk kebutuhan modal kerja maupun investasi dengan pilihan plafon yang disesuaikan dengan jenis KUR.
Namun, pelaku usaha perlu mempertimbangkan kemampuan membayar sebelum mengajukan pinjaman. Memahami persyaratan, bunga, tenor, biaya, dan tujuan penggunaan dana akan membantu UMKM mengambil keputusan pembiayaan secara lebih bijak. Dengan pengelolaan modal yang tepat, tambahan pembiayaan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas dan keberlanjutan usaha.
About the Author
Gusti Ayu Tita P
Author — STEKOM University
An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.