University of Science and Computer Technology
MENU NAVIGASI
Beranda / Artikel / Tips dan Trik
Tips dan Trik 78 views

Mengapa Remote Working Semakin Populer dan Bagaimana Cara Menjalaninya?

G

Gusti Ayu Tita P

21 September 2026

Bagikan:
Mengapa Remote Working Semakin Populer dan Bagaimana Cara Menjalaninya?

Perkembangan teknologi digital membuat cara orang bekerja mengalami banyak perubahan. Salah satu bentuk perubahan tersebut adalah remote working, yaitu sistem kerja yang memungkinkan karyawan menjalankan tugas dari luar kantor dengan memanfaatkan internet dan berbagai teknologi komunikasi. Sistem ini semakin dikenal karena beberapa jenis pekerjaan dapat dilakukan tanpa kehadiran fisik di kantor. Namun, remote working tetap membutuhkan aturan, komunikasi, dan kedisiplinan agar pekerjaan berjalan dengan baik.

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI MENDORONG REMOTE WORKING

Kemajuan teknologi digital menjadi salah satu faktor penting yang mendukung berkembangnya remote working. Internet berkecepatan tinggi, layanan penyimpanan cloud, aplikasi konferensi video, dan berbagai platform kolaborasi memungkinkan karyawan bekerja dari lokasi yang berbeda. Dokumen dapat dibagikan secara online, rapat dapat dilakukan melalui video conference, dan perkembangan pekerjaan dapat dipantau menggunakan aplikasi digital. Kondisi tersebut membuat jarak fisik tidak selalu menjadi hambatan untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu.

Selain itu, berbagai perusahaan telah menggunakan sistem digital untuk mengelola tugas dan komunikasi internal. Karyawan dapat mengakses dokumen, mengirim laporan, dan berkoordinasi dengan anggota tim tanpa harus berada di gedung yang sama. Transformasi digital di dunia kerja membuat perusahaan memiliki lebih banyak pilihan dalam menentukan pola kerja. Meski begitu, tingkat penerapannya tetap bergantung pada bidang usaha dan karakteristik pekerjaan.

REMOTE WORKING MEMBERIKAN FLEKSIBILITAS KERJA

Salah satu alasan remote working menarik bagi sebagian karyawan adalah adanya fleksibilitas kerja. Pada pekerjaan tertentu, karyawan dapat mengatur lokasi dan sebagian waktu kerjanya selama target serta tanggung jawab tetap terpenuhi. Fleksibilitas tersebut dapat membantu seseorang menyesuaikan pekerjaan dengan kebutuhan pribadi. Waktu yang biasanya digunakan untuk perjalanan ke kantor juga dapat dialihkan untuk aktivitas lain.

Namun, fleksibilitas tidak berarti karyawan dapat bekerja tanpa jadwal atau aturan. Manajemen waktu tetap diperlukan agar pekerjaan tidak tertunda dan komunikasi dengan tim tetap berjalan. Karyawan perlu mengetahui kapan harus fokus bekerja dan kapan harus beristirahat. Tanpa pengaturan yang jelas, fleksibilitas justru dapat membuat batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi menjadi kabur.

REMOTE WORKING DAPAT MENGURANGI WAKTU PERJALANAN

Bagi karyawan yang sebelumnya harus menempuh perjalanan jauh, remote working dapat mengurangi waktu yang dihabiskan untuk pergi dan pulang dari kantor. Waktu tersebut dapat digunakan untuk istirahat, keluarga, olahraga, atau aktivitas pribadi. Pengurangan perjalanan juga dapat menurunkan kebutuhan menggunakan kendaraan atau transportasi umum setiap hari. Namun, besarnya manfaat tersebut berbeda-beda karena bergantung pada jarak tempat tinggal dan kondisi pekerjaan.

Meskipun demikian, bekerja dari rumah juga dapat menimbulkan kebutuhan tambahan seperti koneksi internet dan perangkat kerja. Karena itu, remote working tidak selalu berarti seluruh biaya kerja menjadi lebih rendah bagi karyawan. Pengelolaan fasilitas kerja perlu diperhatikan agar pekerjaan dapat dilakukan dengan nyaman. Perusahaan juga dapat memiliki kebijakan tertentu mengenai perangkat, keamanan data, atau dukungan biaya kerja jarak jauh.

TENTUKAN TEMPAT KERJA YANG MENDUKUNG PRODUKTIVITAS

Sebelum menjalani remote working, karyawan perlu menyiapkan ruang kerja yang nyaman. Ruangan khusus memang ideal, tetapi meja atau sudut tertentu di rumah juga dapat digunakan selama cukup mendukung pekerjaan. Area kerja sebaiknya memiliki pencahayaan yang baik, kursi yang nyaman, serta akses terhadap perangkat dan internet yang diperlukan. Penataan tersebut dapat membantu karyawan lebih mudah membangun rutinitas kerja.

Karyawan juga perlu mengurangi gangguan selama jam kerja. Televisi, media sosial, pekerjaan rumah tangga, dan aktivitas lain dapat mengurangi konsentrasi jika tidak dikelola dengan baik. Lingkungan kerja yang teratur dapat membantu menjaga fokus dan membuat pekerjaan lebih mudah diselesaikan. Setelah jam kerja selesai, area tersebut dapat ditinggalkan agar terdapat batas yang lebih jelas antara waktu kerja dan waktu pribadi.

ATUR JADWAL DAN PRIORITAS PEKERJAAN

Remote working membutuhkan jadwal kerja yang terstruktur meskipun perusahaan memberikan fleksibilitas. Karyawan dapat membuat daftar tugas berdasarkan tingkat kepentingan dan tenggat waktu. Tugas yang paling mendesak dapat dikerjakan terlebih dahulu, sedangkan pekerjaan lain dapat dijadwalkan setelahnya. Cara ini membantu menghindari pekerjaan menumpuk pada akhir hari atau mendekati tenggat.

Jadwal juga sebaiknya memberikan ruang untuk istirahat. Bekerja tanpa jeda dalam waktu lama tidak selalu membuat pekerjaan menjadi lebih efektif. Produktivitas kerja perlu dijaga dengan memberikan waktu untuk makan dan beristirahat sejenak. Dengan pola kerja yang teratur, karyawan dapat menyelesaikan tugas secara konsisten tanpa harus terus memperpanjang jam kerja.

JAGA KOMUNIKASI DAN KOLABORASI DENGAN TIM

Jarak fisik membuat komunikasi remote menjadi bagian yang sangat penting. Karyawan perlu menyampaikan perkembangan pekerjaan, kendala, dan kebutuhan bantuan kepada rekan kerja atau atasan. Aplikasi pesan, email, video conference, dan platform manajemen proyek dapat digunakan sesuai kebutuhan. Pesan yang jelas dan terstruktur dapat mengurangi risiko kesalahpahaman.

Selain komunikasi, kolaborasi juga perlu dikelola dengan baik. Setiap anggota tim sebaiknya memahami tanggung jawab masing-masing serta tenggat yang harus dipenuhi. Koordinasi tim secara digital dapat berjalan efektif apabila terdapat aturan komunikasi dan pembagian tugas yang jelas. Jika terjadi kendala, masalah sebaiknya segera disampaikan agar tim dapat mencari solusi bersama.

TETAPKAN BATAS ANTARA PEKERJAAN DAN KEHIDUPAN PRIBADI

Salah satu tantangan remote working adalah pekerjaan dapat terasa tidak pernah benar-benar selesai karena perangkat kerja selalu berada di dekat karyawan. Karena itu, penting untuk menetapkan batas waktu kerja yang jelas. Setelah pekerjaan selesai, karyawan dapat menutup laptop, mematikan notifikasi pekerjaan, dan beralih ke aktivitas pribadi. Kebiasaan tersebut dapat membantu menjaga keseimbangan kehidupan dan pekerjaan.

Karyawan juga perlu mengetahui kapan harus menyampaikan jika beban kerja terlalu tinggi. Work life balance tidak hanya bergantung pada kemampuan mengatur waktu, tetapi juga pada beban pekerjaan dan kebijakan perusahaan. Jika pekerjaan terus-menerus menghabiskan waktu pribadi, diperlukan evaluasi dan komunikasi dengan pihak terkait. Dengan batas yang sehat, fleksibilitas remote working dapat dimanfaatkan tanpa mengabaikan kebutuhan pribadi.

KESIMPULAN

Remote working semakin populer karena perkembangan teknologi digital memungkinkan banyak pekerjaan dilakukan tanpa kehadiran fisik di kantor. Sistem ini dapat memberikan fleksibilitas, mengurangi waktu perjalanan, dan membuka kemungkinan bekerja dari lokasi yang berbeda. Namun, menjalani remote working membutuhkan manajemen waktu, ruang kerja yang mendukung, komunikasi yang jelas, keterampilan digital, dan batas antara pekerjaan dengan kehidupan pribadi. Dengan persiapan dan kebiasaan kerja yang tepat, remote working dapat dijalankan secara lebih teratur dan produktif.

G

About the Author

Gusti Ayu Tita P

Author — STEKOM University

An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.