University of Science and Computer Technology
MENU NAVIGASI
Beranda / Artikel / Informasi
Informasi 163 views

Syarat KUR BRI Terbaru yang Perlu Diketahui Pelaku UMKM

G

Gusti Ayu Tita P

21 Agustus 2026

Bagikan:
Syarat KUR BRI Terbaru yang Perlu Diketahui Pelaku UMKM

Bagi pelaku UMKM, modal menjadi salah satu faktor penting untuk mengembangkan usaha, membeli peralatan, menambah stok, maupun memperluas pasar. Salah satu pilihan pembiayaan yang banyak digunakan adalah Kredit Usaha Rakyat atau KUR BRI. Program ini ditujukan untuk membantu usaha yang produktif dan layak memperoleh akses pembiayaan dengan skema yang lebih terjangkau. Pemerintah juga terus memperbarui kebijakan KUR agar akses pembiayaan bagi usaha mikro dan kecil semakin luas. Pada 2026, pedoman pelaksanaan KUR mengacu pada Permenko Nomor 1 Tahun 2026 yang mulai berlaku sejak 13 Januari 2026.

Lalu, apa saja syarat KUR BRI terbaru yang perlu disiapkan? Pelaku UMKM sebaiknya memahami persyaratan, dokumen, jenis KUR, serta ketentuan kredit sebelum mengajukan pembiayaan. Berikut penjelasan lengkap yang dapat menjadi panduan awal.

APA ITU KUR BRI?

KUR BRI merupakan fasilitas pembiayaan untuk debitur dengan usaha yang produktif dan layak, termasuk pelaku UMKM yang belum memiliki agunan tambahan atau agunannya belum mencukupi. Dana KUR dapat digunakan untuk kebutuhan modal kerja maupun investasi usaha, seperti membeli peralatan atau mengembangkan kapasitas bisnis. BRI menyediakan beberapa jenis KUR dengan plafon yang disesuaikan dengan kebutuhan dan skala usaha.

Untuk 2026, kebijakan pemerintah menetapkan KUR Super Mikro dengan bunga 3% efektif per tahun, sedangkan KUR Mikro dan KUR Kecil untuk sektor produksi serta perdagangan berorientasi ekspor tetap 6% efektif per tahun. Besaran plafon, bunga, tenor, serta ketentuan lainnya dapat berbeda berdasarkan jenis KUR dan penilaian penyalur. Karena itu, calon debitur perlu memastikan informasi terakhir kepada BRI sebelum mengajukan pinjaman.

SYARAT KUR BRI TERBARU

Salah satu syarat utama adalah calon debitur memiliki usaha produktif dan layak. BRI mencantumkan ketentuan bahwa usaha calon debitur telah berjalan secara aktif minimal 6 bulan untuk KUR Mikro dan KUR Kecil. Calon debitur juga perlu memenuhi persyaratan administrasi dan ketentuan kredit yang berlaku. Dalam informasi KUR BRI terbaru, beberapa kriteria umum yang dicantumkan meliputi NIB, NPWP, serta tidak memiliki catatan negatif pada SLIK.

Dokumen yang perlu dipersiapkan antara lain KTP, Kartu Keluarga, dan dokumen legalitas usaha sesuai jenis pembiayaan. BRI juga mencantumkan surat izin usaha sebagai bagian dari persyaratan administratif pada produk KUR. Namun, kelengkapan dokumen dapat berbeda sesuai jenis KUR, nominal pembiayaan, dan hasil penilaian bank. Oleh sebab itu, calon debitur sebaiknya membawa dokumen usaha yang tersedia dan melakukan konfirmasi langsung kepada petugas BRI.

JENIS KUR BRI DAN PLAFON PINJAMANNYA

KUR BRI tersedia dalam beberapa kategori yang ditujukan untuk kebutuhan usaha berbeda. KUR Super Mikro memiliki plafon hingga Rp10 juta, sedangkan KUR Mikro berada di atas Rp10 juta hingga Rp100 juta. Sementara itu, KUR Kecil memiliki plafon di atas Rp100 juta hingga Rp500 juta. Perbedaan plafon tersebut membantu pelaku usaha memilih pembiayaan berdasarkan skala dan kebutuhan bisnisnya.

Untuk KUR Mikro BRI, halaman produk BRI mencantumkan fasilitas hingga Rp50 juta per debitur pada skema tertentu, dengan jangka waktu maksimal 3 tahun untuk Kredit Modal Kerja dan 5 tahun untuk Kredit Investasi. KUR Kecil dapat mencapai Rp500 juta, dengan jangka waktu maksimal 4 tahun untuk modal kerja dan 5 tahun untuk investasi. Karena terdapat penyesuaian kebijakan dan produk, calon debitur perlu memastikan plafon dan tenor terbaru saat pengajuan.

APAKAH HARUS MEMILIKI AGUNAN UNTUK KUR BRI?

Persoalan agunan sering menjadi perhatian pelaku UMKM sebelum mengajukan KUR. Kebijakan KUR pemerintah menyebutkan bahwa KUR dengan plafon maksimal Rp100 juta tidak dipersyaratkan agunan tambahan dan hanya diperbolehkan menggunakan agunan pokok berupa usaha yang dibiayai. Ketentuan tersebut dapat membantu pelaku usaha yang belum mempunyai aset untuk dijadikan jaminan tambahan.

Untuk pembiayaan dengan plafon lebih besar, ketentuan agunan dapat mengikuti kebijakan dan penilaian bank. BRI mencantumkan bahwa KUR Kecil dapat memiliki ketentuan agunan sesuai peraturan bank. Artinya, calon debitur tidak sebaiknya menganggap semua KUR bebas agunan dalam kondisi yang sama. Petugas BRI akan memberikan penjelasan mengenai kebutuhan agunan berdasarkan jenis dan nilai pembiayaan yang diajukan.

HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN SEBELUM MENGAJUKAN KUR

Sebelum mengajukan KUR, pelaku UMKM sebaiknya memastikan usaha mempunyai arus kas yang sehat dan kemampuan membayar angsuran. Jangan mengajukan pinjaman hanya karena plafon yang tersedia cukup besar. Jumlah pembiayaan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan usaha dan kemampuan pembayaran agar tidak mengganggu keuangan operasional. Perencanaan penggunaan dana juga penting supaya pinjaman benar-benar memberikan dampak terhadap perkembangan bisnis.

Calon debitur juga perlu memastikan data administrasi dan kondisi kreditnya sesuai ketentuan. SLIK yang baik, dokumen usaha yang lengkap, serta informasi usaha yang jelas dapat membantu proses penilaian kredit. Selain itu, pastikan dana KUR digunakan untuk kegiatan produktif, bukan kebutuhan konsumtif yang tidak berkaitan dengan usaha. Dengan persiapan yang matang, proses pengajuan dapat dilakukan secara lebih terarah.

CARA MENGAJUKAN KUR BRI DENGAN AMAN

Pelaku UMKM dapat mengajukan KUR melalui unit kerja resmi BRI sesuai prosedur yang berlaku. BRI menegaskan bahwa proses pengajuan KUR tidak dilakukan melalui tautan tidak resmi, akun pribadi media sosial, atau pihak yang tidak memiliki hubungan resmi dengan BRI. Layanan pengajuan dapat dilakukan melalui Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu, BRI Unit, Teras BRI, AgenBRILink, maupun tenaga pemasar resmi BRI.

Karena itu, calon debitur perlu berhati-hati terhadap pihak yang menjanjikan KUR pasti cair dengan meminta biaya atau data pribadi melalui saluran tidak resmi. Jangan memberikan PIN, password, kode OTP, atau informasi perbankan rahasia kepada pihak lain. Pastikan setiap informasi mengenai bunga, biaya, plafon, tenor, dan persyaratan diperoleh dari petugas resmi. Langkah tersebut penting untuk menghindari penipuan yang mengatasnamakan KUR BRI.

KESIMPULAN

Syarat KUR BRI terbaru pada dasarnya menekankan kepemilikan usaha produktif dan layak, masa usaha sesuai ketentuan, kelengkapan identitas dan legalitas usaha, serta kemampuan calon debitur memenuhi kewajiban kredit. BRI mencantumkan sejumlah dokumen seperti KTP, KK, surat izin atau legalitas usaha, serta persyaratan lain sesuai produk yang dipilih. Untuk informasi 2026, ketentuan KUR juga telah diperkuat melalui Permenko Nomor 1 Tahun 2026.

Pelaku UMKM sebaiknya tidak hanya fokus pada besarnya pinjaman, tetapi juga menghitung kemampuan membayar dan merencanakan penggunaan dana. KUR sebaiknya digunakan untuk kegiatan produktif yang dapat membantu meningkatkan omzet, kapasitas, efisiensi, atau daya saing usaha. Sebelum mengajukan, selalu cek persyaratan terbaru melalui saluran resmi BRI karena ketentuan dapat disesuaikan dengan jenis KUR dan kebijakan yang berlaku.

G

About the Author

Gusti Ayu Tita P

Author — STEKOM University

An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.