Bagaimana FIVB Mendukung Perkembangan Bola Voli Putri?
Gusti Ayu Tita P
29 September 2026
FIVB memiliki peran penting dalam mendorong perkembangan bola voli putri di berbagai negara. Dukungan tersebut tidak hanya dilakukan melalui penyelenggaraan pertandingan internasional, tetapi juga melalui pembinaan atlet, pengembangan pelatih, bantuan peralatan, pendidikan, dan peningkatan kesempatan bagi perempuan. FIVB juga menjadikan kesetaraan gender sebagai salah satu bagian dari arah pengembangan olahraga menuju Strategic Vision 2032. Dengan berbagai program tersebut, perkembangan bola voli putri diharapkan dapat berlangsung dari tingkat pembinaan hingga kompetisi internasional. (FIVB)
MENYEDIAKAN KOMPETISI INTERNASIONAL UNTUK ATLET PUTRI
Salah satu cara utama FIVB mendukung bola voli putri adalah dengan menyediakan kompetisi internasional yang memberikan kesempatan kepada atlet untuk berkembang. Kompetisi seperti Volleyball Nations League atau VNL dan kejuaraan dunia menjadi tempat bagi tim nasional putri untuk menguji kemampuan mereka menghadapi lawan dari berbagai negara. Pertandingan internasional juga memberikan pengalaman berharga bagi atlet karena mereka menghadapi gaya permainan, strategi, dan tekanan kompetisi yang berbeda. Pengalaman tersebut dapat membantu meningkatkan kualitas permainan dan mental bertanding.
Pada FIVB Women’s Volleyball World Championship 2025, kompetisi putri diikuti oleh 32 tim. Perluasan jumlah peserta tersebut memberikan ruang bagi lebih banyak negara untuk tampil di panggung dunia. FIVB menyebut format tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas representasi global dan perkembangan bola voli. (FIVB)
MEMBERIKAN DUKUNGAN MELALUI VOLLEYBALL EMPOWERMENT
FIVB memiliki program Volleyball Empowerment yang memberikan dukungan kepada federasi nasional untuk mengembangkan olahraga di negaranya. Program ini mencakup tiga bidang utama, yaitu pelatihan atau coaching, transfer pengetahuan, dan bantuan peralatan. Dukungan tersebut dapat membantu federasi nasional meningkatkan kualitas program tim putri dan menciptakan lingkungan latihan yang lebih baik. Dengan adanya bantuan tersebut, negara yang masih mengembangkan sistem pembinaannya dapat memperoleh sumber daya tambahan.
Pada 2025, FIVB menyetujui 341 proyek di 107 federasi nasional melalui Volleyball Empowerment. Dari jumlah tersebut, 124 proyek berkaitan dengan coaching, 109 dengan peralatan, dan 108 dengan transfer pengetahuan. FIVB melaporkan bahwa sejak program tersebut dimulai pada 2017, lebih dari 57 juta dolar AS telah diinvestasikan dalam lebih dari 1.740 proyek di 207 federasi nasional. (FIVB)
MENINGKATKAN KUALITAS PELATIH PUTRI
Perkembangan atlet juga sangat dipengaruhi oleh kualitas pelatih. Karena itu, FIVB tidak hanya berfokus pada pemain, tetapi juga membuka lebih banyak kesempatan bagi perempuan untuk menjadi pelatih. Salah satu langkah terbaru adalah inisiatif pelatih perempuan yang diterapkan dalam VNL 2026. Program tersebut bertujuan memberikan pengalaman, pengembangan profesional, dan tanggung jawab lebih besar kepada perempuan dalam lingkungan bola voli tingkat internasional. (FIVB)
Pada awal VNL 2026, 13 dari 18 tim putri mendaftarkan setidaknya satu pelatih perempuan dalam staf mereka. FIVB juga memberikan dukungan finansial kepada tim yang memenuhi ketentuan program tersebut serta memberikan tambahan tempat bagi staf pelatih di bangku cadangan. Langkah ini dapat membantu menciptakan jalur karier yang lebih jelas bagi mantan atlet dan perempuan yang ingin berkembang di bidang kepelatihan. (FIVB)
MENDORONG KESETARAAN DAN KESEMPATAN PEREMPUAN
FIVB juga menjadikan kesetaraan gender sebagai bagian penting dalam pengembangan bola voli. FIVB menyatakan komitmen terhadap kesempatan, visibilitas, dan penghormatan yang setara bagi perempuan dan laki-laki dalam olahraga. Pada Februari 2026, FIVB menandatangani kerja sama dengan Global Observatory for Gender Equality and Sport untuk memperkuat kesetaraan gender dan inklusi dalam bola voli. Kerja sama tersebut mencakup penelitian mengenai kesetaraan gender di kalangan pemain, pelatih, dan struktur tata kelola olahraga. (FIVB)
Komitmen tersebut menunjukkan bahwa pengembangan bola voli putri tidak hanya berkaitan dengan jumlah pertandingan. FIVB juga berupaya membuka kesempatan bagi perempuan untuk berpartisipasi, memimpin, dan berkembang dalam berbagai bidang olahraga. Program seperti pengembangan pelatih perempuan menjadi salah satu contoh bagaimana dukungan tersebut diterapkan secara langsung. (FIVB)
MENDUKUNG PEMBINAAN ATLET DAN TIM NASIONAL
FIVB membantu federasi nasional membangun sistem pembinaan yang dapat mendukung perkembangan atlet dalam jangka panjang. Melalui program Volleyball Empowerment, bantuan dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan pelatih, menyediakan perlengkapan, serta melakukan transfer pengetahuan. Dukungan tersebut membantu federasi menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi atlet putri untuk berlatih dan berkembang. Program ini juga dapat membantu negara membangun jalur menuju prestasi internasional.
Contohnya dapat dilihat pada tim nasional putri Bulgaria yang mendapatkan dukungan melalui Volleyball Empowerment. Antara 2023 hingga Maret 2025, program tersebut memberikan dukungan berbasis aplikasi sebesar 84.000 dolar AS untuk tim nasional putri Bulgaria, sementara bantuan peralatan pada 2022 dan 2025 juga diberikan untuk program putra dan putri. FIVB mencatat dukungan tersebut menjadi bagian dari persiapan Bulgaria dalam menghadapi kompetisi internasional berikutnya. (FIVB)
MEMBERIKAN RUANG BAGI PEREMPUAN DALAM KEPEMIMPINAN
Perkembangan bola voli putri tidak hanya membutuhkan atlet dan pelatih perempuan. Kepemimpinan perempuan dalam organisasi olahraga juga menjadi bagian dari perhatian FIVB. FIVB menyebut bahwa perempuan perlu memiliki kesempatan untuk berkembang dalam berbagai posisi, termasuk manajemen dan tata kelola olahraga. Kehadiran perempuan dalam posisi tersebut dapat memperluas perspektif dalam pengembangan olahraga.
FIVB Strategic Vision 2032 juga menempatkan pengembangan female coaches, managers and leaders sebagai salah satu bagian dari agenda kesetaraan gender. Selain itu, FIVB Foundation menjalankan program yang berfokus pada pemberdayaan perempuan dan anak perempuan melalui olahraga, pendidikan, kepemimpinan, dan pengembangan pribadi. Hal tersebut menunjukkan bahwa dukungan terhadap perempuan dapat dilakukan di dalam maupun di luar lapangan. (FIVB)
MEMPERLUAS AKSES BOLA VOLI DI BERBAGAI NEGARA
Perkembangan bola voli putri juga membutuhkan akses yang lebih luas terhadap pelatihan, fasilitas, peralatan, dan pengetahuan. FIVB melalui program pengembangan berusaha membantu federasi nasional di berbagai wilayah untuk memperkuat sistem bola voli mereka. Pada 2025, FIVB Development Commission melaporkan bahwa terdapat 90 kursus pengembangan yang diselenggarakan melalui 54 penyelenggara dengan 2.969 peserta. Kegiatan seperti ini membantu meningkatkan kapasitas orang-orang yang terlibat dalam pengembangan olahraga. (FIVB)
Dukungan tersebut penting terutama bagi negara yang masih membangun sistem pembinaan bola voli. Ketika pelatih mendapatkan pendidikan yang lebih baik dan federasi memperoleh peralatan yang dibutuhkan, atlet putri dapat memiliki lingkungan latihan yang lebih mendukung. Dalam jangka panjang, pengembangan dari tingkat dasar hingga nasional dapat membantu memperluas jumlah atlet perempuan yang memiliki kesempatan berkembang. Dengan demikian, pertumbuhan bola voli putri tidak hanya bergantung pada negara yang sudah memiliki tradisi kuat dalam olahraga tersebut.
MENINGKATKAN VISIBILITAS DAN APRESIASI TERHADAP ATLET PUTRI
FIVB juga berusaha meningkatkan visibilitas bola voli putri melalui kompetisi internasional dan berbagai kegiatan yang melibatkan penggemar. Atlet putri yang tampil di panggung dunia dapat menjadi contoh bagi generasi muda yang ingin mengikuti olahraga bola voli. Prestasi pemain juga membantu menunjukkan bahwa perempuan dapat berkembang sebagai atlet profesional dan menjadi tokoh penting dalam olahraga. Kehadiran role model dapat memberikan inspirasi bagi pemain muda untuk terus berlatih.
FIVB menyebut atlet-atlet seperti Jordan Larson, Kim Yeon Koung, Nootsara Tomkom, dan Mireya Luis sebagai tokoh yang telah menginspirasi perempuan di berbagai negara. Selain itu, penyelenggaraan World Volleyball Day sejak 2025 turut digunakan untuk merayakan komunitas bola voli di seluruh dunia, termasuk perempuan dan anak perempuan yang bermain maupun terlibat dalam olahraga tersebut. (FIVB)
KESIMPULAN
FIVB mendukung perkembangan bola voli putri melalui berbagai cara, mulai dari kompetisi internasional, pembinaan atlet, pengembangan pelatih, bantuan peralatan, transfer pengetahuan, hingga program kesetaraan gender. Program Volleyball Empowerment membantu federasi nasional meningkatkan kemampuan tim dan sistem pembinaan di negaranya. Sementara itu, inisiatif pelatih perempuan membuka lebih banyak kesempatan bagi perempuan untuk mendapatkan pengalaman di level internasional. FIVB juga berusaha meningkatkan visibilitas dan kepemimpinan perempuan dalam berbagai bagian olahraga. Melalui dukungan yang berkelanjutan tersebut, FIVB berupaya menciptakan lebih banyak kesempatan agar perempuan dapat berpartisipasi, berkembang, dan berkontribusi dalam bola voli di berbagai tingkatan. (FIVB)
Tentang Penulis
Gusti Ayu Tita P
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.