sumber img: Instagram Joko Nugroho
Aktor senior Yadi Timo meninggal dunia pada Jumat, 16 Oktober 2026, dalam usia 66 tahun. Kabar duka tersebut mengejutkan dunia hiburan Indonesia, terutama rekan sesama pekerja seni yang mengenal sosoknya sebagai aktor karakter dan seniman teater.
Yadi Timo memiliki nama asli Yadi Mulyadi. Namanya dikenal luas melalui berbagai film dan sinetron, termasuk ketika memerankan Mastur, salah satu penculik dalam film Petualangan Sherina yang dirilis pada 2000.
Kabar meninggalnya Yadi disampaikan oleh penulis skenario sekaligus sutradara Joko Nugroho melalui unggahan di media sosial. Kepergian sang aktor meninggalkan kenangan bagi rekan kerja dan penonton yang mengikuti perjalanan kariernya selama bertahun-tahun.
Kronologi Yadi Timo Meninggal Dunia
Menurut laporan ANTARA, Yadi Timo meninggal dunia setelah mengalami keluhan sakit perut hebat. Sebelum kejadian tersebut, ia sempat menghadiri pertemuan kreatif bersama rekan-rekannya pada Kamis malam, 15 Oktober 2026. Dalam pertemuan tersebut, Yadi dilaporkan masih terlihat bugar. Ia bahkan sempat bercanda dan bernyanyi bersama teman-temannya ketika membahas persiapan sebuah proyek film pendek.
Namun, setelah pertemuan berakhir, kondisi Yadi berubah. Ia mengeluhkan sakit perut yang cukup hebat sehingga harus dibawa ke rumah sakit. Yadi Timo menghembuskan napas terakhir dalam perjalanan menuju rumah sakit pada Jumat, 16 Oktober 2026. Informasi mengenai kepergiannya kemudian disampaikan oleh Joko Nugroho melalui media sosial. Hingga pemberitaan tersebut diterbitkan, keluhan sakit perut menjadi informasi yang disampaikan mengenai kondisi terakhir Yadi. Penyebab medis pasti kematiannya tidak dijelaskan secara terperinci dalam laporan ANTARA.
Joko Nugroho Kenang Sosok Yadi Timo
Kabar meninggalnya Yadi Timo turut disampaikan Joko Nugroho, penulis skenario dan sutradara yang mengenalnya secara dekat. Melalui unggahan di media sosial, Joko mengungkapkan rasa kehilangan atas kepergian rekannya tersebut. Joko mengenang Yadi sebagai senior, sahabat, sekaligus rekan berdiskusi yang memiliki karakter kuat. Menurut kenangannya, Yadi merupakan aktor yang kritis terhadap cerita dan menantang rekan kerjanya untuk menghasilkan karya terbaik.
Hubungan keduanya tidak hanya sebatas pekerjaan. Joko juga mengenang dukungan Yadi dalam perjalanan kariernya, termasuk ketika mereka terlibat dalam proyek film bersama. Bagi Joko Nugroho, Yadi Timo bukan sekadar rekan sesama pekerja seni, melainkan sosok yang memberikan dukungan dan meninggalkan kesan mendalam. Ungkapan tersebut memperlihatkan kedekatan mereka selama berkarya di industri perfilman Indonesia.
BACA JUGA: Profil Yadi Timo, Aktor Senior Pemeran Mastur di Petualangan Sherina yang Meninggal Dunia
Perjalanan Karier Yadi Timo di Dunia Hiburan
Yadi Timo merupakan lulusan Fakultas Seni Pertunjukan, Jurusan Teater, Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Latar belakang pendidikan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya di dunia seni peran. Sepanjang kariernya, Yadi tampil dalam berbagai film layar lebar dan sinetron televisi. Ia dikenal sebagai aktor karakter yang mampu memerankan beragam tokoh, termasuk karakter antagonis yang meninggalkan kesan bagi penonton.
Salah satu perannya yang paling dikenal adalah Mastur dalam film Petualangan Sherina (2000). Film tersebut menjadi salah satu karya populer perfilman Indonesia yang masih dikenang oleh penonton lintas generasi. Selain itu, Yadi juga terlibat dalam sejumlah film, di antaranya Brownies (2004), Banyu Biru (2005), dan Marley (2022).
Di layar televisi, ia turut membintangi sejumlah sinetron, seperti Lorong Waktu, Kisah Sedih di Hari Minggu, dan Jin & Jun. Berbagai peran tersebut memperlihatkan kiprahnya dalam industri hiburan Indonesia selama bertahun-tahun.
Yadi Timo meninggal dunia pada usia 66 tahun, Jumat, 16 Oktober 2026. Ia berpulang setelah mengeluhkan sakit perut hebat sepulang dari pertemuan kreatif bersama rekan-rekannya. Kabar kepergiannya disampaikan oleh Joko Nugroho, yang mengenang Yadi sebagai sahabat dan rekan berkarya yang memiliki karakter kuat. Semasa hidupnya, Yadi telah membintangi berbagai film dan sinetron, termasuk Petualangan Sherina, Brownies, dan Banyu Biru.
Kepergian Yadi Timo meninggalkan duka bagi dunia hiburan Indonesia, tetapi karya dan karakter yang pernah ia perankan akan tetap menjadi bagian dari kenangan penonton serta perjalanan seni peran Tanah Air.