Pertandingan antara Yordania vs Argentina pada matchday terakhir Grup J Piala Dunia 2026 yang digelar di AT&T Stadium, Arlington, Amerika Serikat pada Minggu, (28/6/2026) pagi WIB berakhir dengan kemenangan Argentina 3-1. Hasil tersebut memastikan La Albiceleste menutup fase grup dengan rekor sempurna tiga kemenangan dari tiga pertandingan sekaligus mengunci status sebagai juara Grup J Piala Dunia 2026. Sebaliknya, Yordania mengakhiri fase grup di peringkat keempat tanpa meraih poin setelah selalu kalah dalam tiga laga yang dijalani.

Argentina Langsung Mengendalikan Permainan

Sejak peluit kick-off dibunyikan, Argentina tampil dominan dengan menguasai jalannya pertandingan dan terus menekan pertahanan Yordania. Keunggulan Argentina akhirnya lahir pada menit ke-19 melalui Giovani Lo Celso yang sukses mencetak gol lewat tendangan bebas. Gol tersebut menjadi gol pertama Lo Celso pada laga debutnya di putaran final Piala Dunia, setelah gelandang berusia 30 tahun itu harus melewatkan Piala Dunia 2022 karena cedera dan Piala Dunia 2018 karena 0 menit bermain. Tim asuhan Lionel Scaloni kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-31 setelah Lautaro Martinez berhasil menjalankan tugasnya sebagai eksekutor penalti. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum setelah Yordania kesulitan keluar dari tekanan Argentina. 

Yordania Sempat Memberikan Perlawanan

Memasuki babak kedua, Yordania tampil lebih berani dan berhasil memperkecil ketertinggalan pada menit ke-55 melalui Mousa Al-Taamari. Gol tersebut menjadi satu-satunya gol yang mampu dicetak Yordania sekaligus mengakhiri catatan nirbobol Argentina di fase grup. Meski sempat meningkatkan kepercayaan diri, Yordania tidak mampu mempertahankan momentum. Argentina kembali mengendalikan permainan melalui penguasaan bola yang rapi dan beberapa peluang berbahaya di lini depan.

Messi Menutup Kemenangan Albiceleste

Argentina akhirnya memastikan kemenangan lewat aksi sang kapten, Lionel Messi, yang mencetak gol pada menit ke-80. Gol tersebut lahir melalui eksekusi tendangan bebas yang tidak mampu diantisipasi penjaga gawang Yordania. Gol tersebut juga tidak hanya memastikan kemenangan Argentina dengan skor 3-1, tetapi juga mengukir sejarah baru bagi Lionel Messi.

Kapten Argentina itu menjadi pemain pertama dalam sejarah yang berhasil mencetak gol pada tujuh pertandingan Piala Dunia secara beruntun. Catatan impresif tersebut semakin menegaskan konsistensi Messi di panggung sepak bola terbesar dunia dan menambah panjang daftar rekor yang telah ia torehkan bersama Tim Tango. Skor 3-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Kemenangan ini sekaligus melengkapi catatan sempurna Argentina di fase grup dengan tiga kemenangan beruntun.

BACA JUGA: Aljazair vs Austria Berakhir Imbang 3-3, Drama Enam Gol Antar Kedua Tim Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Dampak Hasil Pertandingan bagi Kedua Tim

Kemenangan ini membuat Argentina finis di puncak klasemen Grup J Piala Dunia 2026 dengan 9 poin hasil dari tiga kemenangan atas Aljazair, Austria, dan Yordania. Dengan status juara grup, Albiceleste berhak melaju ke babak 32 besar dan akan menghadapi Cape Verde, negara debutan di Piala Dunia yang juga lolos ke babak 32 besar karena menjadi runner up.

Sementara itu, Yordania mengakhiri fase grup di peringkat keempat dengan 0 poin setelah menelan tiga kekalahan beruntun. Pada pertandingan lain di Grup J Piala Dunia 2026Austria bermain imbang melawan Aljazair sehingga kedua tim sama-sama mengoleksi 4 poin. Austria berhak finis sebagai runner-up karena unggul selisih gol, sedangkan Aljazair menempati peringkat ketiga dan tetap lolos ke babak 32 besar melalui jalur tim peringkat ketiga terbaik.

 

Penampilan Argentina sepanjang fase grup menunjukkan konsistensi sebagai salah satu kandidat kuat juara. Meskipun melakukan sejumlah rotasi pemain saat menghadapi Yordania, kualitas permainan mereka tetap terjaga dan mampu mengamankan kemenangan. Kemenangan 3-1 atas Yordania menjadi penutup sempurna perjalanan Albiceleste di fase grup. Dengan status juara Grup J Piala Dunia 2026 dan raihan 9 poin, Argentina kini mengalihkan fokus ke babak 32 besar dengan modal kepercayaan diri yang tinggi untuk mempertahankan gelar juara dunia.