sumber img: X Fabrizio Romano

 

Lionel Messi resmi pensiun dari Timnas Argentina setelah menjalani pertandingan terakhirnya bersama La Albiceleste saat menghadapi Benin di Stadion Monumental, Buenos Aires, pada Selasa, 6 Oktober 2026 waktu setempat. Pertandingan tersebut menjadi penutup perjalanan panjang Messi bersama tim nasional yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade. Dalam laga perpisahan tersebut, Argentina berhasil mengalahkan Benin dengan skor 3-0. Messi menutup penampilannya dengan catatan istimewa setelah mencetak satu gol dan memberikan dua assist.

Kepergian Messi dari Timnas Argentina menjadi salah satu momen paling emosional dalam sejarah sepak bola negara tersebut. Lebih dari 85.000 penonton memenuhi Stadion Monumental untuk memberikan penghormatan terakhir kepada kapten yang telah membawa Argentina meraih berbagai gelar bergengsi. Sejumlah legenda Argentina juga hadir dalam momen tersebut, sementara keluarga Messi menyaksikan langsung pertandingan terakhir sang megabintang bersama tim nasional. 

Messi Menutup Karier Internasional dengan Gemilang

Messi pertama kali memperkuat Timnas Argentina pada 2005. Sejak saat itu, pemain kelahiran Rosario tersebut menjadi salah satu sosok paling penting dalam perjalanan sepak bola Argentina. Perjalanan Messi bersama Argentina sempat dipenuhi kekecewaan. Ia beberapa kali gagal membawa negaranya meraih trofi, termasuk ketika Argentina kalah pada final Piala Dunia 2014 serta dua final Copa America secara beruntun.

Namun, situasi tersebut akhirnya berubah. Messi berhasil membawa Argentina meraih Copa America 2021, Finalissima 2022, Piala Dunia 2022, dan Copa America 2024. Puncaknya terjadi di Piala Dunia 2022 ketika Messi menjadi kapten dan mengangkat trofi yang selama bertahun-tahun menjadi impiannya. Federasi Sepak Bola Argentina juga memberikan penghormatan atas perjalanan panjang Messi. Ia meninggalkan tim nasional sebagai pencetak gol terbanyak sekaligus pemain dengan jumlah penampilan terbanyak untuk Argentina.

Laga Kontra Benin Jadi Salam Perpisahan

Sebelumnya, Messi telah mengumumkan keputusannya untuk mengakhiri karier internasional setelah perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026. Meski demikian, ia masih diberikan kesempatan untuk menjalani pertandingan perpisahan di hadapan publik Argentina. Pertandingan melawan Benin menjadi momen tersebut. Di hadapan lebih dari 85 ribu penonton, Messi tampil sebagai kapten dan memberikan kontribusi besar dalam kemenangan Argentina.

Messi mencetak satu gol dan menyumbangkan dua assist sebelum akhirnya menutup perjalanan panjangnya bersama Timnas Argentina. Momen tersebut berlangsung emosional karena Messi juga mengenang perjalanan serta orang-orang yang telah mendukungnya selama membela negaranya.

BACA JUGA: Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Cristiano Ronaldo Beri Pesan Penuh Hormat

Perpisahan Messi Dimulai Sebelum Pertandingan

Momen perpisahan sudah terasa sebelum pertandingan dimulai. Sebuah jersey raksasa Argentina dengan nomor 10 dan tulisan Gracias dibentangkan di lapangan sebagai penghormatan kepada Messi. Messi kemudian memasuki lapangan bersama anak-anaknya. Emosinya semakin terlihat ketika lagu kebangsaan Argentina dinyanyikan. Sang kapten bahkan terlihat meneteskan air mata, begitu pula pelatih Lionel Scaloni yang turut larut dalam suasana perpisahan. Kapten Benin juga memberikan hadiah dan surat kepada Messi sebelum pertandingan dimulai sebagai bentuk penghormatan dari tim lawan.

Pertandingan Dihentikan pada Menit ke-10 untuk Messi

Salah satu momen paling emosional terjadi ketika pertandingan memasuki menit ke-10. Wasit Fernando Véjar menghentikan sementara laga Argentina melawan Benin sebagai bentuk penghormatan terhadap Lionel Messi dan nomor 10 yang telah menjadi identitasnya selama bertahun-tahun. Lebih dari 85.000 penonton di Stadion Monumental kemudian berdiri dan memberikan tepuk tangan panjang untuk Messi. Suporter juga menyanyikan namanya, sementara sejumlah pemain Benin turut mendekati Messi untuk memberikan salam dan penghormatan.

Di tengah penghormatan tersebut, Messi terlihat menikmati momen itu sambil membalas tepuk tangan dari berbagai sisi tribune. Kembang api turut menghiasi suasana, membuat penghormatan pada menit ke-10 tersebut menjadi salah satu adegan paling berkesan dalam laga perpisahan sang kapten Argentina. Momen tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap nomor 10 sekaligus perjalanan panjang Messi bersama Timnas Argentina, yang akhirnya berakhir setelah lebih dari dua dekade.

Messi Sampaikan Pidato Perpisahan

Setelah wasit meniup peluit panjang, acara perpisahan berlanjut di tengah lapangan. Messi mengambil mikrofon dan berbicara langsung kepada para suporter Argentina. Dalam pidatonya, Messi mengaku kesulitan menemukan kata-kata karena terlalu banyak emosi yang dirasakan. Ia juga mengenang ayahnya yang baru saja meninggal dan menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung perjalanan kariernya.

Messi mengungkapkan bahwa mengenakan jersey Argentina selama lebih dari 20 tahun merupakan kebanggaan yang sangat besar baginya. Ia juga mengakui bahwa tidak lagi datang untuk membela Argentina akan menjadi sesuatu yang sangat menyakitkan. Menurut Messi, dirinya bahkan ingin terus datang ke tim nasional sepanjang hidupnya karena bermain untuk Argentina merupakan salah satu hal terindah yang bisa dialami seorang pemain. Di akhir pidatonya, Messi kembali menyampaikan rasa cintanya kepada Argentina dan para pendukungnya. Ia kemudian meninggalkan lapangan bersama keluarganya dalam suasana penuh haru.

Akhir Perjalanan 21 Tahun Messi Bersama Argentina

Laga melawan Benin menjadi pertandingan ke-208 Messi bersama Timnas Argentina. Ia mengakhiri karier internasional sebagai pemain dengan penampilan dan jumlah gol terbanyak dalam sejarah La Albiceleste.

Selama lebih dari dua dekade, Messi melewati berbagai fase bersama Argentina. Ia pernah merasakan kegagalan di sejumlah final hingga akhirnya mampu membawa negaranya meraih berbagai gelar bergengsi.

Beberapa pencapaian terbesar Messi bersama Argentina meliputi

  • Copa America 2021
  • Finalissima 2022
  • Piala Dunia 2022
  • Copa America 2024
  • 208 penampilan bersama Argentina
  • 126 gol untuk Timnas Argentina

 

Puncak perjalanan tersebut terjadi ketika Messi membawa Argentina menjadi juara Piala Dunia 2022 di Qatar, sebuah trofi yang telah lama menjadi impiannya bersama tim nasional.

Messi Belum Pensiun dari Sepak Bola Profesional

Meski Lionel Messi pensiun dari Timnas Argentina, keputusan tersebut bukan berarti ia langsung mengakhiri kariernya sebagai pesepakbola profesional. Messi masih menjadi bagian dari Inter Miami di Major League Soccer. Klub asal Amerika Serikat tersebut bahkan telah memperpanjang kontraknya hingga akhir musim MLS 2028.

Dengan demikian, Messi masih memiliki kesempatan untuk melanjutkan karier di level klub. Masa depannya sebagai pemain akan bergantung pada kondisi fisik, keinginan pribadi, serta keputusan yang akan diambilnya dalam beberapa tahun mendatang.

Akhir Sebuah Era Bersama Argentina

Pensiunnya Messi dari Timnas Argentina menandai berakhirnya salah satu era paling bersejarah dalam sepak bola internasional. Selama lebih dari 20 tahun, Messi menjadi wajah utama Argentina dan melewati berbagai fase, mulai dari kegagalan di final hingga akhirnya membawa negaranya menjadi juara dunia.

Kini, setelah pertandingan terakhirnya melawan Benin, Messi resmi menutup babak karier internasionalnya sebagai juara dunia dan legenda Argentina. Perjalanannya bersama La Albiceleste mungkin telah berakhir, tetapi warisan Messi akan tetap menjadi bagian penting dari sejarah sepak bola Argentina.