sumber img: X @apelhiijauu

 

Banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu, 10 Oktober 2026, setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak siang hari. Bencana ini menyebabkan ratusan warga terdampak, permukiman terendam, serta sejumlah akses jalan mengalami gangguan.

Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang hingga Sabtu malam pukul 22.45 WIB, sebanyak 498 jiwa terdampak dan sekitar 120 rumah terendam banjir. Tim SAR gabungan juga dikerahkan untuk mengevakuasi warga yang terjebak genangan air.

Tiga Kecamatan di Padang Terdampak Banjir

Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur Kota Padang sejak Sabtu siang, 10 Oktober 2026. Luapan Sungai Lubuk Minturun dan Sungai Batang Guo menyebabkan air menggenangi sejumlah kawasan permukiman. Kondisi tersebut diperparah oleh tingginya debit air serta jebolnya tanggul di beberapa titik, termasuk di aliran Sungai Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji.

Sejumlah wilayah terdampak berada di Kecamatan Koto Tangah, Kuranji, dan Nanggalo. Genangan air merendam rumah warga dan mengganggu akses jalan, sehingga tim gabungan harus melakukan evakuasi ke lokasi yang lebih aman.

Berdasarkan laporan BPBD Kota Padang yang diberitakan TVRI Sumatera Barat, jumlah warga terdampak tersebar di tiga kecamatan tersebut. Kecamatan Kuranji mencatat jumlah warga terdampak terbanyak, disusul Koto Tangah dan Nanggalo.

Berikut rincian sementara dampak banjir di Kota Padang.

  • Kecamatan Kuranji mencatat 245 warga terdampak dan 60 rumah terendam.
  • Kecamatan Koto Tangah mencatat 208 warga terdampak, termasuk warga di kawasan Lubuk Minturun dan Koto Panjang Ikua Koto.
  • Kecamatan Nanggalo mencatat 45 warga terdampak, dengan genangan yang dilaporkan di kawasan Tabing Banda Gadang.

 

Data tersebut merupakan laporan sementara dan dapat berubah seiring proses pendataan serta penanganan bencana di lapangan.

Tim SAR Gabungan Evakuasi Ratusan Warga

Untuk menangani banjir, Pemerintah Kota Padang mengerahkan tim gabungan yang terdiri atas BPBD, pemadam kebakaran, Satpol PP, dinas terkait, Basarnas, TNI, dan Polri. Petugas melakukan evakuasi terhadap warga yang terjebak genangan air, terutama di kawasan permukiman dengan arus cukup deras. Dalam proses penyelamatan, tim menggunakan perahu karet dan kendaraan operasional untuk menjangkau warga yang membutuhkan pertolongan.

Menurut laporan TVRI Sumatera Barat pada 11 Oktober 2026, sebanyak 238 warga telah dievakuasi ke tempat aman berdasarkan data sementara yang dihimpun hingga malam sebelumnya. Salah satu lokasi yang membutuhkan penanganan cukup intensif adalah kawasan Perumahan Lumin Park di Kelurahan Lubuk Minturun. Kawasan tersebut menjadi salah satu titik evakuasi utama karena terdampak genangan banjir. Dalam proses penyelamatan, petugas juga memprioritaskan kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan warga yang sedang sakit.

Banjir Merusak Rumah dan Memutus Akses Jalan

Selain menggenangi permukiman, banjir di Padang juga menyebabkan kerusakan bangunan dan mengganggu mobilitas masyarakat. Di Kecamatan Kuranji, BPBD mencatat empat rumah mengalami kerusakan sedang dan satu rumah mengalami kerusakan berat. Kerusakan tersebut menambah dampak bencana yang harus ditangani oleh pemerintah daerah.

Akses jalan di kawasan Guo, Kecamatan Kuranji, tepatnya di sekitar area PDAM, juga dilaporkan terputus akibat terjangan air. Kondisi ini berpotensi menghambat aktivitas warga sekaligus menyulitkan petugas menjangkau lokasi terdampak. Selain itu, tanggul di aliran Sungai Lapau Munggu, Kuranji, dilaporkan jebol. Perbaikan tanggul menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk mengurangi risiko meluasnya genangan apabila debit air kembali meningkat.

BACA JUGA: Pascabanjir Padang, Warga Bersihkan Lumpur dan BPBD Salurkan 9.000 Liter Air Bersih

Warga Diimbau Waspadai Banjir Susulan

Pemerintah Kota Padang masih memprioritaskan keselamatan warga dan penanganan darurat di lokasi terdampak. Koordinasi dengan berbagai instansi dilakukan untuk memastikan proses evakuasi dan bantuan berjalan sesuai kebutuhan.

BPBD Kota Padang juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Hujan deras yang kembali terjadi dapat meningkatkan risiko banjir bandang, tanah longsor, maupun pohon tumbang.

Masyarakat yang tinggal di sekitar sungai dan kawasan rawan banjir diimbau untuk memperhatikan kondisi lingkungan serta mengikuti arahan petugas. Jika air mulai meningkat dengan cepat, warga sebaiknya segera menuju tempat yang lebih aman dan tidak memaksakan diri melintasi arus banjir.

Penanganan banjir di Kota Padang masih memerlukan pemantauan dan pendataan lanjutan, terutama terkait kondisi permukiman, kerusakan infrastruktur, serta kebutuhan warga yang terdampak. Informasi terbaru dari BPBD dan pemerintah daerah penting untuk mengetahui perkembangan situasi di lapangan.