Prancis vs Spanyol pada semifinal Piala Dunia 2026 berakhir dengan kemenangan meyakinkan La Furia Roja. Bermain di Dallas Stadium, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB, Spanyol mengalahkan Prancis dengan skor 2-0 sekaligus memastikan satu tempat di partai final. Kemenangan tersebut memperpanjang tren impresif Spanyol yang tampil konsisten sepanjang turnamen. Tim asuhan Luis de la Fuente kembali menunjukkan permainan kolektif dengan penguasaan bola yang dominan, pertahanan disiplin, serta penyelesaian akhir yang efektif.

La Furia Roja juga masih belum terkalahkan sepanjang Piala Dunia 2026, dengan kemenangan atas Austria, Portugal, Belgia, dan Prancis di fase gugur, serta hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen dan sukses mengamankan tiket ke final Piala Dunia untuk kedua kalinya sejak menjadi juara pada edisi 2010 saat mereka sukses meraih gelar juara dunia perdana dengan mengalahkan Belanda. Hasil tersebut sekaligus menghentikan langkah Les Bleus yang berambisi tampil di final untuk ketiga kalinya secara beruntun

Hasil ini semakin mengukuhkan dominasi Spanyol di sepak bola internasional. Selain belum terkalahkan di Piala Dunia 2026, Spanyol kini juga mencatat 37 pertandingan tanpa kekalahan di semua ajang sejak Maret 2024. Mereka sekaligus menjadi tim Eropa pertama yang meraih delapan kemenangan beruntun di fase gugur turnamen mayor, dimulai dari Euro 2024 hingga Piala Dunia 2026. Selain itu, Spanyol juga selalu keluar sebagai pemenang dalam tiga pertemuan terakhir melawan Prancis, yakni pada semifinal Euro 2024 dengan skor 2-1, semifinal UEFA Nations League 2025 dengan skor 5-4, dan semifinal Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 2-0. Dominasi tersebut semakin menegaskan keunggulan La Furia Roja atas Les Bleus dalam beberapa tahun terakhir.  

Spanyol Unggul Lewat Penalti Oyarzabal

Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Prancis sempat mencoba mengambil inisiatif serangan melalui Kylian Mbappé dan Ousmane Dembélé, tetapi lini belakang Spanyol tampil solid dalam meredam berbagai ancaman. Gol pembuka lahir pada menit ke-22 setelah Lamine Yamal dijatuhkan Lucas Digne di dalam kotak penalti. Insiden tersebut sempat menjadi perhatian karena Digne terlihat berusaha menghalau bola tanpa menyadari keberadaan Yamal. Namun wasit tetap menunjuk titik putih setelah pemeriksaan VAR dan Mikel Oyarzabal sukses menjalankan tugasnya sebagai eksekutor untuk membawa Spanyol unggul 1-0. Keunggulan tersebut membuat Spanyol semakin percaya diri mengendalikan tempo permainan hingga babak pertama berakhir.

Gol tersebut tidak hanya membawa Spanyol memimpin pertandingan, tetapi juga mengukuhkan nama Mikel Oyarzabal dalam sejarah La Roja. Penyerang Real Sociedad itu menjadi pemain ketiga yang mampu mencetak lima gol dalam satu edisi Piala Dunia, menyamai rekor Emilio Butragueño pada 1986 dan David Villa pada 2010. Tambahan satu gol itu juga membuat koleksi gol Oyarzabal bersama timnas Spanyol mencapai 30 gol, menempatkannya di peringkat keenam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah La Roja. Lebih istimewa lagi, penalti tersebut merupakan gol ke sembilannya di fase gugur turnamen mayor, mempertegas statusnya sebagai salah satu pemain paling menentukan bagi Spanyol di laga-laga penting. 

Pedro Porro Pastikan Kemenangan La Furia Roja

Memasuki babak kedua, Prancis meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan. Namun, justru Spanyol yang kembali mencetak gol. Pada menit ke-58Pedro Porro menggandakan keunggulan melalui kerja sama apik bersama Dani Olmo. Gol tersebut membuat Spanyol semakin nyaman mengontrol jalannya pertandingan, sementara Prancis kesulitan menciptakan peluang bersih di depan gawang Unai Simón. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-0 tetap bertahan untuk kemenangan Spanyol.

Gol tersebut menjadi catatan bersejarah bagi Pedro PorroBek kanan Tottenham Hotspur itu menjadi pemain belakang pertama Spanyol sejak Fernando Hierro pada edisi 1998 dan 2002 yang mampu mencetak sedikitnya dua gol dalam satu edisi Piala Dunia. Menariknya, dua gol yang telah dicetak Porro di Piala Dunia 2026 juga merupakan dua gol pertamanya bersama tim nasional Spanyol, sekaligus menunjukkan kontribusi besarnya dari sektor pertahanan dalam perjalanan La Furia Roja menuju final.

BACA JUGA: Argentina vs Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026, Duel Rival Abadi Berebut Tiket Final

Pertahanan Spanyol Kembali Jadi Kunci

Selain tajam saat menyerang, pertahanan Spanyol kembali menjadi sorotan. Duet Aymeric Laporte dan Pau Cubarsí tampil kokoh di jantung pertahanan, sementara Marc Cucurella dan Pedro Porro disiplin menjaga kedua sisi lapangan. Di lini tengah, Rodri juga memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan permainan dengan kemampuannya membaca arah serangan, memutus aliran bola lawan, serta membantu mengontrol tempo pertandingan. Koordinasi antara lini belakang dan lini tengah membuat para penyerang Prancis kesulitan menemukan ruang untuk menciptakan peluang berbahaya sepanjang pertandingan. Kylian Mbappé, Ousmane Dembélé, dan rekan-rekannya gagal mengembangkan permainan seperti pada laga-laga sebelumnya. Organisasi pertahanan yang rapi, tekanan yang konsisten, serta transisi bertahan yang cepat membuat Spanyol mampu meredam sebagian besar serangan Les Bleus hingga peluit akhir dibunyikan.

Keberhasilan menjaga gawang tetap nirbobol juga menjadi pencapaian pribadi bagi Unai Simón. Kiper Athletic Club itu mencatatkan clean sheet keenamnya di Piala Dunia 2026, sekaligus membantu Spanyol menjadi tim pertama yang meraih enam pertandingan tanpa kebobolan dalam satu edisi Piala Dunia. Selain itu, Simón juga mencatatkan sejarah sebagai kiper dengan rekor menit tanpa kebobolan terpanjang dalam sejarah Piala Dunia, yakni mencapai 650 menit, melewati catatan sebelumnya milik Walter Zenga (Italia) dengan 517 menit pada Piala Dunia 1990. Catatan tersebut semakin menegaskan peran penting Unai Simón sebagai tembok terakhir di balik laju impresif Spanyol menuju partai final. 

Final Kedua Spanyol Sejak 2010

Lolosnya Spanyol ke final Piala Dunia 2026 menjadi pencapaian bersejarah bagi La Furia Roja. Ini merupakan final Piala Dunia kedua yang berhasil mereka capai sejak menjadi juara pada edisi 2010 di Afrika Selatan. Saat itu, Spanyol mengalahkan Belanda 1-0 melalui gol Andrés Iniesta pada babak perpanjangan waktu untuk mengangkat trofi Piala Dunia pertama dalam sejarah mereka.

Kini, setelah 16 tahun menanti, Spanyol kembali memiliki kesempatan untuk menorehkan sejarah dengan memburu gelar Piala Dunia kedua. Konsistensi permainan, pertahanan yang kokoh, serta perpaduan pemain senior dan talenta muda menjadi modal utama tim asuhan Luis de la Fuente menghadapi partai puncak.

Bagian tersebut bisa disesuaikan agar lebih kuat sebagai penutup berita, sekaligus menambahkan konteks bahwa ini merupakan final kedua Spanyol sejak 2010.

Spanyol Selangkah Lagi Menuju Gelar Dunia Kedua

Keberhasilan menyingkirkan Prancis membawa Spanyol semakin dekat dengan sejarah baru. La Furia Roja berhasil melaju ke final Piala Dunia 2026, yang menjadi final kedua mereka sepanjang sejarah setelah edisi 2010. Pada turnamen di Afrika Selatan tersebut, Spanyol sukses meraih gelar juara dunia pertama setelah mengalahkan Belanda melalui gol Andrés Iniesta pada babak perpanjangan waktu. Kini, setelah 16 tahun berlalu, Spanyol kembali memiliki kesempatan untuk mengangkat trofi Piala Dunia dan memburu gelar dunia kedua. Di bawah arahan Luis de la Fuente, Spanyol tampil sebagai salah satu tim paling konsisten di turnamen ini dengan menggabungkan pengalaman pemain senior dan energi dari para talenta muda.

Kehadiran pemain seperti Lamine Yamal, Dani Olmo, Rodri, Mikel Oyarzabal, hingga Pedro Porro memberikan dimensi baru dalam permainan La Furia Roja. Tidak hanya mengandalkan penguasaan bola, Spanyol juga menunjukkan kemampuan dalam bertahan, melakukan transisi cepat, serta tampil efektif saat menghadapi lawan-lawan kuat. Sementara itu, kekalahan dari Spanyol mengakhiri perjalanan Prancis di semifinal Piala Dunia 2026. Meski diperkuat sejumlah pemain bintang seperti Kylian Mbappé, Les Bleus gagal membongkar pertahanan rapat Spanyol dan harus menunda ambisi meraih gelar Piala Dunia ketiga dalam sejarah mereka. Prancis selanjutnya akan tampil dalam laga perebutan tempat ketiga, sedangkan Spanyol menunggu pemenang semifinal lainnya untuk menentukan lawan di partai puncak.