Pertandingan antara Inggris vs Argentina pada babak semifinal Piala Dunia 2026 yang digelar di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta pada Kamis (16/7/2026) dini hari WIB menghadirkan pertandingan penuh drama yang berakhir dengan kemenangan Argentina 2-1. Sempat unggul lebih dahulu, Inggris harus mengubur impian tampil di partai puncak setelah La Albiceleste mencetak dua gol pada menit-menit akhir pertandingan. Hasil ini memastikan Argentina melaju ke final untuk menghadapi Spanyol, sementara Inggris akan memperebutkan posisi ketiga melawan Prancis.

Rivalitas Inggris dan Argentina Lebih dari Sekadar Sepak Bola

Pertemuan Inggris dan Argentina selalu menjadi sorotan karena membawa sejarah panjang di luar lapangan. Rivalitas kedua negara tidak hanya lahir dari persaingan sepak bola, tetapi juga dipengaruhi oleh Perang Malvinas (Falklands) pada 1982 yang hingga kini masih menyisakan sengketa kedaulatan antara Argentina dan Inggris. Menjelang semifinal Piala Dunia 2026, isu tersebut kembali mencuat setelah sejumlah tokoh politik Argentina menyinggung konflik tersebut, meski pelatih Lionel Scaloni menegaskan bahwa pertandingan seharusnya dipandang sebagai murni ajang olahraga, bukan arena politik. Aparat keamanan bahkan melarang suporter membawa atribut bertema Malvinas ke dalam stadion demi menjaga kondusifitas pertandingan.

Laga Berlangsung Sengit Sejak Menit Pertama

Semifinal antara Inggris dan Argentina berlangsung dalam tensi tinggi sejak peluit awal dibunyikan. Kedua tim sama-sama tampil agresif dengan duel-duel keras di berbagai area lapangan. Wasit Ismail Elfath beberapa kali harus menghentikan permainan akibat pelanggaran yang terjadi secara beruntun, bahkan pada babak pertama saja tercatat 19 pelanggaran dengan dua kartu kuning dikeluarkan kepada Elliot Anderson dan Lisandro Martínez.

Atmosfer pertandingan semakin memanas ketika sejumlah pemain dari kedua kubu terlibat adu argumen usai beberapa pelanggaran keras. Beberapa keputusan wasit juga sempat memicu protes dari pemain maupun staf pelatih Inggris yang menilai permainan Argentina terlalu sering menghentikan serangan melalui pelanggaran taktis. Meski demikian, wasit memilih tetap membiarkan pertandingan mengalir dan tidak mudah mengeluarkan kartu, sehingga duel berlangsung dengan intensitas tinggi hingga akhir laga.

Anthony Gordon Membuka Keunggulan

Memasuki babak kedua, Inggris akhirnya memecah kebuntuan. Anthony Gordon berhasil mencetak gol pada menit ke-55 setelah memanfaatkan umpan matang Morgan Rogers yang tercipta dari serangan cepat. Gol tersebut membuat para pendukung Inggris optimistis tim kesayangannya akan kembali tampil di final Piala Dunia setelah penantian yang sangat panjang. Setelah unggul, Inggris mulai mengubah pendekatan permainan dengan lebih fokus mempertahankan keunggulan. Strategi tersebut justru memberikan lebih banyak ruang bagi Argentina untuk terus menekan hingga akhir pertandingan.

Messi Jadi Pembeda di Pengujung Laga

Ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir, Lionel Messi menunjukkan kualitasnya sebagai pemain berpengalaman. Setelah lebih banyak bergerak ke sisi kanan lapangan, ia berhasil menciptakan peluang-peluang berbahaya yang mengubah jalannya pertandingan. Argentina akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-85 melalui Enzo Fernández, yang memanfaatkan umpan matang dari Messi. Gol tersebut membangkitkan semangat juang tim asuhan Lionel Scaloni untuk terus menyerang hingga peluit panjang berbunyi.

Lautaro Martinez Pastikan Tiket Final

Saat pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan, Argentina justru mencetak gol kemenangan pada masa injury time. Lautaro Martinez sukses menyundul bola hasil umpan Lionel Messi pada menit 90+2  untuk mengubah skor menjadi 2-1. Gol tersebut sekaligus memastikan Argentina melakukan comeback dramatis sekaligus mengamankan satu tempat di final Piala Dunia 2026. Messi kembali membuktikan pengaruh besarnya dalam pertandingan penting. Meski tidak mencetak gol, dua assist yang ia berikan menjadi kunci keberhasilan Argentina membalikkan keadaan.

BACA JUGA: Argentina vs Spanyol di Final Piala Dunia 2026, Finalissima yang Tertunda

Strategi Bertahan Inggris Berbuah Petaka

Setelah unggul, pelatih Thomas Tuchel memilih memperkuat lini belakang demi menjaga keunggulan. Namun keputusan tersebut justru membuat Inggris kehilangan kontrol permainan. Argentina semakin leluasa menguasai bola dan terus memberikan tekanan tanpa henti hingga akhirnya mampu mencetak dua gol dalam waktu singkat.

Keputusan Tuchel untuk mengubah pendekatan permainan menjadi lebih defensif setelah Inggris unggul mendapat banyak sorotan dan kritik dari berbagai pihak. Sejumlah pengamat menilai perubahan strategi tersebut membuat Argentina semakin nyaman membangun serangan dan memberikan tekanan besar kepada lini pertahanan The Three Lions.

Pergantian taktik yang terlalu bertahan menjadi salah satu faktor yang dianggap berkontribusi terhadap kegagalan Inggris mempertahankan keunggulan. Meski Tuchel memiliki alasan untuk mengamankan hasil, strategi tersebut justru membuat momentum pertandingan beralih ke Argentina hingga akhirnya sang juara bertahan berhasil melakukan comeback dramatis.

Argentina Selangkah Lagi Pertahankan Gelar

Kemenangan dramatis ini membuat Argentina semakin dekat dengan peluang mempertahankan gelar juara dunia. Penampilan kolektif tim, ditambah pengalaman para pemain senior seperti Lionel Messi, menjadi modal penting menghadapi Spanyol di partai final. Jika berhasil meraih kemenangan, Argentina akan mencatatkan sejarah sebagai tim pertama sejak Brasil pada 1958 dan 1962 yang mampu mempertahankan gelar juara Piala Dunia secara beruntun.

Di sisi lain, Inggris kembali harus menunda impian meraih gelar Piala Dunia kedua sejak terakhir menjadi juara pada 1966. Meski tampil impresif sepanjang turnamen, mereka gagal mempertahankan keunggulan saat menghadapi tekanan besar dari sang juara bertahan. Kekalahan ini membuat The Three Lions harus mengalihkan fokus ke perebutan tempat ketiga melawan Prancis, sementara Argentina berhak melangkah ke partai final untuk menghadapi Spanyol dalam perebutan trofi Piala Dunia 2026.

Final Piala Dunia Jadi Pengganti Finalissima yang Dibatalkan

Laga final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol juga menghadirkan cerita menarik di luar perebutan trofi juara dunia. Pertemuan kedua tim ini menjadi ajang yang paling mendekati Finalissima 2026 yang sebelumnya dijadwalkan mempertemukan juara Copa America 2024 dan juara Euro 2024, tetapi resmi dibatalkan pada Maret 2026.

Awalnya, Finalissima direncanakan berlangsung pada 27 Maret 2026 di Qatar. Namun, situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah membuat pertandingan tidak memungkinkan untuk digelar sesuai jadwal. UEFA sempat mengajukan beberapa alternatif, termasuk memindahkan laga ke Santiago Bernabéu, menggunakan venue netral di Eropa, hingga menggelarnya dengan format dua leg. Meski demikian, UEFA dan CONMEBOL gagal mencapai kesepakatan sehingga pertandingan akhirnya dibatalkan.

Dengan kondisi tersebut, final Piala Dunia 2026 menjadi pertemuan kompetitif pertama antara Spanyol dan Argentina sejak kedua negara sama-sama menyandang status juara benua. Duel ini pun dianggap sebagai pengganti yang sempurna atas Finalissima yang urung terlaksana, sekaligus menjadi panggung bagi dua kekuatan terbesar sepak bola dunia untuk memperebutkan gelar paling bergengsi.

 

Pertandingan Inggris vs Argentina di semifinal Piala Dunia 2026 menjadi salah satu laga paling dramatis dalam turnamen kali ini. Inggris sebenarnya mampu memberikan perlawanan kuat dan sempat berada di atas angin setelah mencetak gol lebih dahulu, tetapi Argentina menunjukkan mental juara dengan membalikkan keadaan melalui tekanan hingga menit-menit akhir. Kemenangan 2-1 ini membawa Argentina semakin dekat dengan peluang mempertahankan gelar juara dunia sekaligus membuka kesempatan bagi Lionel Messi dan rekan-rekan untuk kembali mengangkat trofi Piala Dunia.

Sementara itu, Inggris harus menerima kegagalan melaju ke final dan kembali menunda ambisi meraih gelar dunia kedua. Selain persaingan di lapangan, laga ini juga memperlihatkan bahwa duel Inggris dan Argentina selalu memiliki cerita besar, baik dari sisi sejarah, rivalitas sepak bola, maupun drama pertandingan. Kini, Argentina akan menghadapi Spanyol di final Piala Dunia 2026 dalam upaya mempertahankan status sebagai juara dunia.