<p style="font-size:10px">

sumber img: X ちいかまちゃん🤢

</p>

 

Youtuber dan kreator konten asal Indonesia, Nessie Judge, dikenal lewat kanal YouTube-nya yang membahas kisah horormisteri, dan kriminal dalam segmen #NERROR. Ia memiliki jutaan penggemar berkat gaya penceritaannya yang menarik dan penuh riset.

Dalam sebuah episode spesial Halloween yang menampilkan grup K-Pop NCT DreamNessie Judge dituding menggunakan foto Junko Furuta sebagai bagian dekorasi latar video. Foto tersebut dianggap oleh netizen Jepang dan sebagian netizen Indonesia sebagai tindakan tidak menghormati korban kekerasan seksual dan pembunuhan sadis yang menimpa Junko Furuta. Kasus ini cepat viral di berbagai platform media sosial, membuat nama Nessie menjadi trending di X (Twitter) dan TikTok.

 

Reaksi Publik

Beberapa reaksi publik yang muncul antara lain:

  • Netizen Jepang memprotes karena foto korban dipakai sebagai dekorasi horor dalam video.
     
  • Fans NCT Dream turut menyoroti hal ini karena kolaborasi tersebut bisa mempengaruhi citra publik figur yang terlibat.
     
  • Netizen Indonesia terbagi dua, sebagian meminta permintaan maaf, sementara lainnya membela Nessie dengan alasan ketidaksengajaan.

Tekanan publik yang terus meningkat membuat Nessie akhirnya memberikan klarifikasi resmi.

 

Klarifikasi dan Tindakan Tindak Lanjut

Dalam pernyataannya di media sosial, Nessie Judge menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada publik, khususnya kepada masyarakat Jepang dan pihak yang merasa terganggu. Ia menjelaskan bahwa penggunaan foto Junko Furuta bukan dimaksudkan untuk sensasi, melainkan sebagai bentuk penghormatan terhadap kasus nyata yang sering diminta oleh penggemar segmen #NERROR.

Beberapa langkah yang dilakukan Nessie antara lain:

  • Menurunkan video sementara untuk proses penyuntingan ulang.
     
  • Menghapus potongan adegan yang menampilkan foto tersebut.
     
  • Berjanji lebih berhati-hati dalam memilih materi visual untuk video selanjutnya.

Langkah ini diapresiasi sebagian netizen yang menilai Nessie Judge bertanggung jawab dan terbuka terhadap kritik.

 

BACA JUGA: Netizen Sindir Proyek Whoosh, Cepat Keretanya Tapi Utangnya Lebih Ngebut

 

Pelajaran dan Dampak

Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi para kreator konten di era digital. Ada beberapa poin yang bisa diambil:

  1. Sensitivitas sangat dibutuhkan saat mengangkat kasus kekerasan nyata.
     
  2. Kreator perlu memperhatikan budaya dan etika global, terutama jika kontennya ditonton oleh audiens internasional.
     
  3. Kolaborasi dengan publik figur besar seperti idol K-Pop dapat memperbesar dampak positif dan negatif dari sebuah konten.

 

Kontroversi ini menjadi pengingat penting bahwa dalam dunia digital, setiap keputusan visual dan naratif memiliki konsekuensi besar. Meski Nessie Judge mengaku tidak berniat menyinggung pihak mana pun, penggunaan foto korban kekerasan tanpa konteks yang tepat bisa menimbulkan reaksi emosional publik. Kasus ini menegaskan pentingnya etika, empati, dan kehati-hatian bagi siapa pun yang berkarya di ruang digital.