Kapal Nurul Salsa tenggelam menjadi perhatian publik setelah mengalami kecelakaan laut di Perairan Selayar, Sulawesi Selatan. Kapal Layar Motor (KLM) Nurul Salsa dilaporkan mengalami gangguan mesin sebelum akhirnya terbalik dan tenggelam di tengah pelayaran. Berdasarkan laporan Basarnas Makassar yang dilansir Antara, hingga proses evakuasi berlangsung, satu orang meninggal dunia, puluhan penumpang berhasil diselamatkan, sementara 24 penumpang lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.

Kronologi Kapal Nurul Salsa Tenggelam

Berdasarkan informasi dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar yang dilansir Antara News, KLM Nurul Salsa berangkat dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, pada Rabu (15/7/2026).

Di tengah perjalanan, tepatnya di perairan sebelah barat Pulau Polassi, kapal dilaporkan mengalami mati mesin. Tidak lama kemudian kapal terombang-ambing akibat gelombang laut sebelum akhirnya terbalik dan tenggelam sekitar 43 mil laut dari Pelabuhan Benteng.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan tim SAR gabungan setelah menerima laporan kejadian tersebut.

"Kami langsung menggerakkan tim SAR gabungan menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian dan penyelamatan terhadap para penumpang," kata Muhammad Arif Anwardilansir Antara News.

Basarnas Kerahkan Tim SAR Gabungan

Operasi pencarian melibatkan Basarnas Makassar, TNI AL, Polairud, BPBD, pemerintah daerah, dan nelayan setempat. Tim penyelamat melakukan penyisiran menggunakan kapal SAR serta perahu nelayan di sekitar lokasi tenggelamnya kapal.

Dilansir dari Antara News, Muhammad Arif Anwar menjelaskan bahwa operasi pencarian menghadapi kendala berupa kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

"Gelombang laut di lokasi pencarian mencapai sekitar dua hingga dua setengah meter sehingga proses evakuasi harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian," ujar Muhammad Arif Anwar.

Selain pencarian melalui jalur laut, tim SAR juga terus melakukan pendataan terhadap korban yang telah ditemukan guna memastikan jumlah penumpang secara akurat

 

BACA JUGA :Korban Kapal Nurul Salsa Tenggelam Bertambah Proses Pencarian Penumpang Masih Berlangsung

 

Gangguan Mesin Diduga Menjadi Penyebab Awal

Berdasarkan keterangan Basarnas Makassar yang dikutip Antara, penyebab awal kecelakaan diduga karena kapal mengalami mati mesin ketika berada di tengah laut.

Muhammad Arif Anwar menjelaskan bahwa kapal kehilangan tenaga sehingga tidak mampu mengendalikan posisinya ketika diterjang ombak.

"Kapal mengalami mati mesin saat berada sekitar 43 mil laut dari Pelabuhan Benteng Selayar sebelum akhirnya terbalik," terang Muhammad Arif Anwardilansir Antara News.

Meski demikian, penyebab pasti tenggelamnya kapal masih menunggu hasil penyelidikan dari instansi terkait.

Data Sementara Korban

Berdasarkan data sementara Basarnas Makassar yang dilansir Antara, perkembangan korban hingga saat ini sebagai berikut.

  • 1 orang meninggal dunia.
  • Puluhan penumpang berhasil diselamatkan.
  • 24 penumpang masih dalam pencarian.
  • Operasi SAR gabungan masih berlangsung.

Jumlah korban masih dapat berubah sesuai hasil pencarian dan proses identifikasi di lapangan.

Basarnas Minta Masyarakat Menunggu Informasi Resmi

Basarnas mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi mengenai jumlah korban maupun perkembangan pencarian.

Dilansir dari Antara News, Muhammad Arif Anwar meminta masyarakat mengikuti perkembangan informasi melalui saluran resmi pemerintah dan Basarnas.

"Kami mengimbau masyarakat menunggu informasi resmi karena data korban masih terus diperbarui selama operasi pencarian berlangsung," ujar Muhammad Arif Anwar.

Ia juga menyampaikan bahwa seluruh unsur SAR akan terus berupaya memperluas area pencarian hingga seluruh korban berhasil ditemukan.

Operasi Pencarian Masih Berlangsung

Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan. Pemerintah berharap seluruh korban dapat segera dievakuasi, sementara penyelidikan mengenai penyebab pasti tenggelamnya KLM Nurul Salsa terus dilakukan oleh pihak berwenang.

Musibah kapal Nurul Salsa tenggelam menjadi pengingat pentingnya keselamatan pelayaran, mulai dari pemeriksaan kelayakan kapal, kondisi mesin, hingga memperhatikan cuaca sebelum berlayar.