Malvinas kembali menjadi sorotan dunia setelah sejumlah pemain Argentina membentangkan spanduk bernuansa politik usai mengalahkan Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026. Momen tersebut kembali mengangkat isu sengketa kedaulatan antara Argentina dan Inggris yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Argentina berhasil menang 2-1 atas Inggris dalam pertandingan semifinal pada Rabu, 15 Juli 2026. Setelah laga berakhir, Lisandro Martínez dan Giovani Lo Celso terlihat membawa spanduk bertuliskan klaim Argentina atas Malvinas.

Dilansir Reuters, spanduk tersebut memuat pesan Las Malvinas Son Argentinas atau Malvinas adalah milik Argentina. Aksi itu langsung menjadi perhatian karena aturan FIFA melarang penyampaian pesan politik di dalam stadion. Hingga kini, FIFA belum menyampaikan keputusan resmi terkait insiden tersebut.

Aksi Pemain Argentina Memicu Perhatian

Aksi para pemain Argentina mendapat sorotan dari sejumlah pihak. Menteri Bisnis Inggris Peter Kyle bahkan menyerukan agar insiden tersebut diselidiki. Ia menilai politik seharusnya tidak dibawa ke dalam pertandingan sepak bola.

Dikutip berdasarkan laporan Reuters, sengketa Malvinas atau Falkland Islands merupakan persoalan lama antara Argentina dan Inggris. Kedua negara pernah terlibat perang pada 1982 untuk memperebutkan kepulauan di Atlantik Selatan tersebut. Konflik itu berakhir dengan kepulauan tetap berada di bawah kendali Inggris dan menimbulkan korban jiwa dari kedua pihak.

BACAJUGA:Spanduk Malvinas Picu Kontroversi, PM Inggris Desak FIFA Lakukan Penyelidikan

Malvinas Memiliki Makna Penting bagi Argentina

Bagi Argentina, Malvinas bukan sekadar wilayah sengketa. Kepulauan tersebut memiliki makna kuat dalam sejarah dan identitas nasional Argentina.

Pemerintah Argentina selama ini terus menyuarakan klaim kedaulatan atas Malvinas melalui jalur diplomasi. Berdasarkan keterangan Kementerian Luar Negeri Argentina, Komite Khusus Dekolonisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Juni 2026 kembali menyerukan agar Argentina dan Inggris melanjutkan perundingan untuk mencari solusi damai dan definitif atas sengketa kedaulatan tersebut.

Dilansir dari keterangan resmi Kementerian Luar Negeri Argentina, resolusi tersebut kembali menegaskan pentingnya negosiasi bilateral antara kedua negara dalam menyelesaikan persoalan Malvinas. Seruan serupa juga telah disampaikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa selama bertahun-tahun.

Sengketa Malvinas Belum Menemukan Titik Akhir

Persoalan Malvinas juga memiliki sudut pandang yang berbeda dari penduduk kepulauan tersebut. Berdasarkan laporan Reuters, sebagian besar penduduk Falkland Islands mendukung keberlanjutan pemerintahan Inggris.

Di sisi lain, Argentina tetap mempertahankan klaimnya. Argentina menyebut wilayah tersebut merupakan bagian dari warisan wilayah Spanyol setelah kemerdekaan dan menilai pengambilalihan Inggris pada 1833 sebagai tindakan ilegal.

Perbedaan pandangan tersebut membuat sengketa Malvinas hingga kini belum menemukan penyelesaian final. Meskipun demikian, berbagai pihak internasional terus mendorong agar persoalan tersebut diselesaikan melalui jalur diplomasi.

Rivalitas Argentina dan Inggris Kembali Memanas

Pertandingan Argentina melawan Inggris memiliki sejarah panjang yang tidak hanya berkaitan dengan sepak bola. Rivalitas kedua negara kerap dikaitkan dengan Perang Malvinas, terutama setelah pertemuan keduanya di Piala Dunia 1986.

Kemenangan Argentina 2-1 pada semifinal Piala Dunia 2026 pun memiliki makna simbolis bagi sebagian masyarakat Argentina. Momen tersebut semakin kuat setelah para pemain membawa pesan yang berkaitan dengan klaim Argentina atas Malvinas.

Dikutip berdasarkan laporan Reuters, aksi tersebut membuat isu Malvinas kembali menjadi perbincangan di tengah euforia kemenangan Argentina. Peristiwa ini juga menunjukkan bahwa sejarah dan politik masih memiliki pengaruh besar terhadap rivalitas olahraga antara kedua negara.

Dengan Argentina yang berhasil melaju ke final Piala Dunia 2026, perhatian publik kini tidak hanya tertuju pada pertandingan berikutnya. Isu Malvinas dan kontroversi spanduk politik yang dibawa pemain Argentina diperkirakan masih akan menjadi sorotan dunia.